pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Sunday, 6 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Gizi Ideal vs Selera Lokal: Bagaimana Mencari Titik Temu Program Makan Bergizi Gratis?

Oleh Safira Salsabila, Mahasiswa Agribisnis & Peneliti Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang

Edithya Miranti by Edithya Miranti
9 November 2025
in Kolom
0
Gizi Ideal vs Selera Lokal: Bagaimana Mencari Titik Temu Program Makan Bergizi Gratis?

Gagasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah penting. Di satu sisi, kita ingin mengejar “Bonus Demografi” 2030. Di sisi lain, kenyataannya 21,5% anak-anak di Indonesia masih stunting (SSGI 2023). Program ini hadir sebagai jembatan untuk menyelamatkan generasi masa depan Indonesia dari jurang masalah gizi.

Ini bukan jalan yang baru. Negara lain telah berhasil melewatinya. Jepang, saat bangkit pascaperang, berinvestasi besar-besaran pada gizi anak sekolah (program Kyushoku). Amerika Serikat juga membangun fondasi negaranya lewat pendidikan dan kesehatan massal. Pelajaran dari mereka, negara yang sudah maju, jelas: negara yang kuat tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tapi berinvestasi paling besar pada kualitas sumber daya manusianya.

Di sinilah letak urgensi program MBG. Nyatanya, niat baik saja tidak cukup efektif. Di lapangan, program ini langsung menghadapi dilema klasik: ‘gizi’ atau ‘selera’.

Ahli gizi pasti sudah merancang menu ideal program MBG, khususnya untuk anak sekolah dengan menu yang penuh nutrisi. Masalahnya, anak-anak sudah terlanjur dibiasakan dan dimanjakan dengan selera yang terbentuk karena kebiasaan makan di rumah maupun luar sekolah.

BACA JUGA

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

Baru-baru ini sebuah penelitian di Malang memotret “jurang” ini. Ketika orangtua diberi pilihan (dengan metode itung), dari hasil metode ini terungkap sebuah fakta menarik. Ternyata, menuruti 100% selera orangtua bukanlah jawaban.

Banyak orangtua yang mungkin karena kurang teredukasi cenderung memilih opsi yang praktis atau terjangkau, padahal belum tentu sesuai dengan standar gizi seimbang yang telah ditentukan oleh ahli gizi. Ini fakta lapangan yang tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, jika menu ‘ideal’ yang telah ditentukan ahli gizi dari pusat dipaksa terus berjalan, risiko ditolak pada anak sangat besar. Makanan bergizi itu bisa berakhir menjadi sampah makanan (food waste) bila kurangnya minat anak dalam menghabiskan bahkan mencicipi menu setiap harinya dari program MBG. Sehingga anggaran yang telah disusun dan dikelola sebaik mungkin pun terbuang sia-sia.

Ini ‘kesenjangan’  yang cukup besar antara pengetahuan gizi ideal dan kenyataan di tengah keluarga. Lalu, bagaimana solusinya? Jawabannya yaitu model yang berperan menjembatani, bukan seakan-akan memaksa atau menuruti.

Pertama, ahli gizi harus ‘turun gunung’. Selama ini, mereka mungkin hanya bekerja ‘di balik meja’ merancang menu di pusat, contohnya seperti Jakarta. Pada model baru ini, mereka harus hadir turun langsung di sekolah-sekolah. Peran utama mereka bukan lagi membuat resep, tapi juga menjadi edukator. Mereka harus bisa menjelaskan dengan sabar kepada orangtua, guru, bahkan anak-anak akan pentingnya membiasakan menu sehat dan bergizi, serta alasan mengapa gizi ini krusial untuk kesehatan dan perkembangan otak anak.

Kedua, bisa dengan melibatkan UMKM lokal sebagai motor penggerak. Urusan memasak dan distribusi jangan lagi kaku dan terpusat. Serahkan pada usaha katering lokal yang sudah teruji. Mereka paling paham selera setempat dan lebih mudah dalam menyediakan bahan baku segar. Serta ditambah dengan pendampingan oleh ahli gizi mulai dari menentukan menu menyesuaikan selera setempat, menyediakan bahan baku, memasak, hingga makanan sampai ke penerima sesuai dengan anjuran ahli gizi.

Modelnya kurang lebih dapat meniru suksesnya manajemen katering Jemaah Haji Indonesia. Dalam model katering haji, standar gizi dijaga ketat oleh ahli gizi, namun eksekusinya lincah, rasanya pas di lidah, dan dikerjakan oleh profesional. Kita bisa dan harus meniru ini.

Jika model ini berjalan, kita tidak hanya mencapai satu tujuan. Kita mendapat tiga kemenangan sekaligus:

  1. Anak-anak mendapat gizi yang benar dan mereka sukai.
  2. Orangtua perlahan teredukasi, sehingga standar gizi di rumah ikut terangkat.
  3. Ekonomi lokal (UMKM) bergerak, menciptakan putaran ekonomi baru dan membuka lapangan kerja di daerah.

Ini bukan lagi sekadar program ‘beri makan’. Ini investasi paling cerdas untuk membangun manusia, yang dapat mengedukasi mulai dari keluarga dan menggerakkan ekonomi. Inilah langkah kecil kita yang benar-benar untuk menyelamatkan Bonus Demografi, memastikan dan memaksimalkan kebutuhan gizi dalam satu piring pada satu waktu. []

 

Tags: Makan Bergizi GratisMBGMenuSelera
Share36Tweet23Send
Previous Post

Keutamaan Ilmu dalam Islam dan Manfaatnya bagi Kehidupan

Next Post

Benchmarking STIDKI Bogor dan FDKI IUQI Bogor Kuatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

0
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

0
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

0
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

0
Rasa Malu*

Rasa Malu*

0
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
pembukaan gihes

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

5 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Nyali Kemandirian ala Pesantren

Nyali Kemandirian ala Pesantren

5 September 2026
Rasa Malu*

Rasa Malu*

4 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result