Mataram, Gontornews — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Lalu Muhammad Iqbal, melepas 300 peserta jambore pramuka Muslim dunia (World Muslim Scout Jamboree/WMSJ) di Jakarta 9-14 September 2025. Gubernur Iqbal meminta para peserta untuk menunjukkan bahwa Indonesia bangsa yang besar dan memiliki karakter yang disiplin serta berilmu.
Gubernur Iqbal pun meyakini bahwa para peserta WMSJ 2025 asal NTB ini kelak akan menjadi pemimpin nasional di masa mendatang. “Kalian harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki karakter yang disiplin serta berilmu,” katanya saat menghadiri acara pelepasan peserta WMSJ 2025 di Bumi Perkemahan Jakamandala, Mataram, Sabtu (6/9/2025).
“Jambore ini investasi. Bangunlah pertemanan sebanyak mungkin, karena kita tidak tahu kapan pertemanan itu akan membawa manfaat,” sambungnya sebagaimana dilansir gerbangindonesia.co.id.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka NTB, Dr H Fathul Gani, menyambut baik para peserta dengan penuh semangat. Ia bercerita tentang pengalamannya sebagai peserta jambore nasional 1986 dan berharap para peserta mendapatkan pengalaman berharga dalam even kepramukaan tersebut.
“Kami berdoa agar adik-adik berangkat dan pulang dalam keadaan sehat dan selalu dilindungi Allah SWT,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua IKPM Gontor cabang Lombok, TGH Sazali, menyampaikan hampir 50 persen dari total 38 pesantren di NTB mengutus kontingennya dalam perhelatan WMSJ 2025. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB dan seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir dalam pembukaan tersebut.
Sebelumnya, IKPM Gontor Lombok melaporkan hampir 300 peserta WSMJ 2025 asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun lembaga pendidikan Islam se-NTB yang mengirimkan kontingen ke WMSJ berjumlah 15 lembaga. Mereka berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Lombok Barat.
Koordinator keberangkatan kontingen WMSJ dari IKPM Lombok, Ustadz Muhammad Sunarto, mengatakan rombongan telah berangkat dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Dari Surabaya, kami akan menggunakan bus,” kata Ustadz Sunarto kepada gontornews.com.
Terakhir, Ustadz Sunarto memastikan penampilan kesenian daerah asli Lombok. Sebut saja Gendang Beleq, tradisi adu ketangkasan khas suku Sasak Lombok Peresean dalam perhelatan WMSJ 2025 di Jakarta. [Mohamad Deny Irawan]


















