Bogor, Gontornews — Guru Besar IPB Prof Dr Made Astawan mengingatkan Indonesia menghadapi ancaman jebakan pangan jika tidak diantisipasi karena sejak 2005 mayoritas penduduk memiliki tingkat konsumsi sangat tinggi terhadap beras dan sagu dibanding negara lain.
“Jika negara hanya bertumpu pada dua pangan pokok ini saja, apalagi bahan pangan itu diimpor maka Indonesia akan menghadapi jebakan pangan,” kata guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB itu, di Bogor, Ahad (16/10).
Dia menjelaskan, tingkat konsumsi beras Indonesia rata-rata 120 kg per kapita per tahun. Jumlah itu sangat tinggi dibandingkan Jepang dan Malaysia yang hanya 60 kg per kapita per tahun.
“Jika diukur dari jumlah penduduk, idealnya 90 kg perkapita per tahun, ini sudah normal. Kalau 120 kg per kapita per tahun itu masih tinggi,” katanya.
Ia mencontohkan Jepang yang konsumsi per kapitanya hanya 60 kg, dan masa tanam padi hanya setahun sekali tetapi masih bisa ekspor beras. Sementara Indonesia tingkat konsumsi tinggi dan perlu impor.
“Jepang berhasil mengembangkan diversifikasi pangan sehingga stok pangan mereka tetap aman,” katanya. [Fathurroji/Rus]





















