Athena, Gontornews — Media lokal Yunani, Senin (21/11/2022), melaporkan kenaikan harga pangan nasional melebihi harga pangan di negara-negara Uni Eropa yang lebih kaya.
Harian Kathimerini melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) dalam standar daya beli pada tahun 2021 mencapai 65 persen dari rata-rata negara Uni Eropa. Angka ini sekaligus menempatkan Yunani sebagai negara dengan PDB per kapita dengan standar daya beli termahal di Eropa, melebihi Jerman dan Prancis.
Media Yunani tersebut menjelaskan bahwa meroketnya harga pangan dan energi akibat perang di Ukraina bukan satu-satunya penyebab kenaikan harga pangan nasional. Sebaliknya, perang Ukraina memperburuk dampak kenaikan inflasi yang sudah berlangsung selama 12 bulan terakhir.
Sebagian besar kebutuhan domestik ekonomi Yunani bertanggung jawab atas kenaikan harga pangan yang sangat tinggi. Yunani, sambung Anadolu, menggantungkan kebutuhannya primer dan sekundernya dari impor. Sementara pasar domestik yang kecil tidak mampu mendukung persaingan harga dari pemasok lokal maupun internasional.
“Oleh karena itu, terlihat sebagai sebuah kebetulan bahwa selama krisis ini inflasi harga pangan Yunani lebih tinggi dari pada zona Eropa dari November hingga Agustus lalu,” kata media Yunani Kathimerini dalam keteranganya.
“Kesenjangan ini bahkan melebar hingga 3,8 persen,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]






















