Washington, Gontornews — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani 15 tindakan eksekutif tak lama setelah Senat melantiknya sebagai Presiden, Rabu (20/1/2021). Beberapa tindakan eksekutif yang ia tanda tangani terkait penanganan pandemi, perubahan iklim, pembatalan proses penarikan dari keanggotaan WHO dan imigrasi.
“Beberapa tindakan eksekutif yang akan saya tanda tangani hari ini akan membantu mengubah arah krisis Covid-19. Kami akan memerangi perubahan iklim dengan cara yang belum kami lakukan serta memajukan kesetaraan ras dan mendukung komunitas lain yang kurang terlayani,” kata Biden sebagaiamana dilansir Reuters.
“Semua ini hanya titik awal,” imbuhnya.
Para ajudan kepresidenan menjelaskan Biden juga menandatangani mandat yang mewajibkan pekerja federal dan karyawan untuk menggunakan masker saat bekerja. Biden juga berencana untuk menghentikan proses penarikan diri AS dari keanggotaan badan kesehatan dunia, WHO.
Terkait perubahan iklim, Biden mencabut izin presiden sebelumnya untuk pembangunan pipa minyak Keystone XL yang kontroversial. Sementara untuk isu imigrasi, Biden mencabut deklarasi Trump yang mendanai pembangunan tembok perbatasan Meksiko-Amerika Serikat. Biden juga mengakhiri kebijakan kontroversial Trump kala melarang perjalanan dari dan menuju negara mayoritas Muslim.
“Dalam beberapa hari dan pekan mendatang, kami akan mengumumkan tindakan eksekutif tambahan untuk menghadapi tantangan ini dan memenuhi janji presiden terpilih kepada rakyat Amerika,” kata Sekretaris Pers Joe Biden, Jen Psaki.
Kesepakatan lain yang Biden tanda tangani yaitu pencabutan larangan dinas militer bagi transgender. Biden juga memblokir pendanaan AS untuk program aborsi di luar negeri.
Sementara untuk bidang ekonomi, Biden meminta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS untuk memperpanjang moratorium penggusuran hingga akhir Maret 2021. Pun dengan Departemen Pendidikan, Biden meminta agar menangguhkan pembayaran pinjaman siswa hingga akhir September. [Mohamad Deny Irawan]





















