Beijing, Gontornews — Lembaga Hak Asasi Manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), Jumat (12/11/2021), mengkritik perusahaan yang mensponsori Olimpiade Beijing 2022. HRW menyebut bahwa perusahaan sponsor mengabaikan dugaan bahwa Cina melakukan kejahatan kemanusiaan di wilayah Xinjiang.
Dalam konferensi persnya, HRW berharap bahwa sponsor utama Olimpiade Beijing 2022 dapat menekan pemerintah Cina dan Komite Olimpiade Internasional (International Olimpiade Committee/IOC) tentang pelanggaran hak asasi manusia.
“Waktu untuk diplomasi dengan tenang sudah berakhir,” kata Direktur Inisiatif Global HRW, Minky Worden, yang dilansir Reuters.
Perusahaan multi nasional seperti Coca Cola, Intel dan AirBnB di Amerika Serikat merupakan 3 dari 12 perusahaan yang menjadi mitra Olimpiade Beijing yang secara kolektif membayar ratusan juta dolar ke panitia Olimpiade Beijing.
Kelompok hak asasi dan anggota parlemen Amerika Serikat meminta IOC menunda Olimpiade dan memindahkannya dari Cina. Amerika Serikat menuduh Cina melakukan genosida terhadap etnis Uighur dan sejumlah kelompok minoritas muslim lainnya.
Pakar hak asasi manusia PBB mengatakan setidaknya 1 juta Muslim ditahan di kamp-kamp Xinjiang sejak 2017. Cina membantah tuduhan tersebut seraya berdalih bahwa mereka mendirikan beberapa fasilitas pelatihan kejuruan guna memerangi ekstrimisme agama.
Pada bulan Juli, sebuah panel di kongres AS menuduh perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor Olimpiade Beijing hanya mengutamakan keuntungan daripada hak asasi manusia. Sponsor-sponsor tersebut menolak untuk memberikan komentar dan menolak intervensi apakah olimpiade akan pindah atau ditunda. Mereka, bahkan, tidak bertanggung jawab atas pemilihan lokasi. [Mohamad Deny Irawan]






















