Jakarta, Gontornews — Sekretaris Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor Husnan Bey Fanani merespons video kunjungannya ke Al Zaytun yang viral sepekan ini. Video itu mencantumkan posisi dirinya dan memberikan kesan bahwa Pondok Modern Gontor terhubung dengan dan mendukung Al Zaytun yang belakangan ini menimbulkan kontroversi. Husnan menjelaskan Gontor berdiri sendiri dan dikelola secara mandiri. “Gontor tidak terhubung dengan Al Zaytun,” kata Husnan.
Dirinya memang sempat hadir ke Al Zaytun pada 2021 untuk berpidato tentang isu keislaman dalam momentum Tahun Baru Islam. Namun, kehadirannya di sana atas nama pribadi, bukan atas nama Badan Wakaf Gontor. “Respons ini perlu saya sampaikan karena maraknya pemberitaan seputar Al Zaytun,” kata mantan Duta Besar RI untuk Azerbaijan tersebut.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak yang merasa dirugikan karena viralnya video tersebut serta mendukung upaya pemerintah bersama MUI dan berbagai pihak terkait untuk menyikapi berbagai kontroversi terkait Al Zaytun. “Saya menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan dengan video tersebut,” kata Husnan.
Sebelumnya Al Zaytun menjadi sorotan di berbagai media karena sejumlah kontroversi. Contohnya shalat jamaah dengan formasi saf renggang. Kemudian adanya non-Muslim yang berada di dalam saf. Kontroversi lainnya yaitu wanita menjadi pengkhutbah dalam Shalat Jumat. Padahal selama ini, hanya lelaki yang melakukan khutbah Shalat Jumat. Syekh Al Zaytun Panji Gumilang juga dikaitkan dengan NII KW9 yang diduga terafiliasi dengan radikalisme dan mengancam keutuhan NKRI. []




















