Jakarta, Gontornews — Bertepatan dengan agenda Wisuda Tahfizh Nasional di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an pada Sabtu (6/6/2026) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang dan Institut Daarul Qur’an (IDAQU) resmi menjalin kerjasama strategis.
Kerjasama tersebut dibuktikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program “800 Masjid Cetak 800 Sarjana”, sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan memperkuat peran masjid dalam mencetak generasi berpendidikan tinggi, berakhlak Qur’ani, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting sinergi antara masjid dan perguruan tinggi dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program ini, setiap masjid didorong untuk berpartisipasi dalam mencetak minimal satu sarjana, sehingga terwujud gerakan bersama yang mampu melahirkan 800 sarjana dari 800 masjid.
Dilansir iat.idaqu.ac.id, Rektor Institut Daarul Qur’an, Muhammad Anwar Sani, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya menghadirkan kembali masjid sebagai pusat peradaban yang melahirkan generasi unggul.
“Masjid harus menjadi pusat peradaban. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga harus menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. Melalui Program 800 Masjid Cetak 800 Sarjana, kami ingin membuka jalan bagi lahirnya generasi pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kota Tangerang, KH Buchori Al-Aroby, menilai bahwa kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi masjid terhadap pembangunan sumber daya manusia. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi penerus umat.
Program ini menjadi ikhtiar bersama untuk melahirkan kader-kader umat yang memiliki pendidikan tinggi, berkarakter, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat. “Kami berharap setiap masjid dapat mengambil bagian dalam gerakan besar ini,” ungkapnya.
Program “800 Masjid Cetak 800 Sarjana” diharapkan menjadi model kolaborasi antara masjid dan perguruan tinggi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan umat, program ini diyakini mampu melahirkan generasi sarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menandai dimulainya gerakan bersama antara DMI Kota Tangerang dan IDAQU untuk menjadikan masjid sebagai pusat lahirnya generasi sarjana, pemimpin umat, dan agen perubahan bagi kemajuan Indonesia. [Edithya Miranti]

















