Washington, Gontornews — Kepala Dana Moneter Internasional (Internasional Monetery Fund/IMF), Kristalina Georgieva, Rabu (14/9/2022), mengatakan musim dingin yang keras serta krisis energi dapat menyebabkan konflik sosial di Eropa.
“Tentu saja ada kekhawatiran akan resesi di berbagai negara atau bahkan, jika bukan resesi, situasi ini akan terasa seperti resesi di musim dingin,” ungkap Georgieva saat berpidato di Michel Camdessus Central Banking Lecture, Washington, Amerika Serikat.
“Jika negara-negara memutuskan untuk tidak bekerja sama dan musim dingin di Eropa terjadi lebih keras, maka situasi ini akan menyebabkan beberapa kerusuhan sosial,” sambungnya sebagaimana dilansir Anadolu.
Georgieva mencatat bahwa ekonomi global terguncang oleh dua situasi, yakni: pandemi virus korona dan invasi Rusia atas Ukraina. situasi ini menyebabkan konsekuensi ekonomi yang mengerikan bagi negara-negara khususnya Eropa. Kini, mereka mulai mengkhawatirkan terjadinya resesi.
Dia pun meminta Bank Sentral Eropa untuk menyeimbangkan kebijakan moneternya guna melawan inflasi serta mengadopsi prinsip untuk menjaga roda perekonomian tetap berjalan.
Pada bulan Juli, IMF merevisi penurunan angka pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa sebesar 0,2 persen, menjadi 2,6 persen, pada tahun ini dan 1,1 poin, menjadi 1,2 persen, tahun depan. Situasi ini dengan asumsi belum meredanya perang dan kondisi keuangan yang lebih ketat. [Mohamad Deny Irawan]





















