Mumbai, Gontornews — Pemerintah India, Kamis (20/07/2023), memutuskan untuk melarang ekspor beberapa biji-bijian ke luar negeri. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu akan melarang ekspor beras putih non-basmati ke seluruh dunia. Kebijakan ini tentu berpotensi mendorong harga beras di pasar internasional lebih tinggi lagi.
Beras adalah makanan pokok masyarakat dunia. Dalam satu dekade terakhir, harga beras di pasar internasional melonjak tinggi karena dunia bergulat dengan sejumlah permasalahan mulai pandemi Covid-19, perang di Ukraina hingga fenomena cuaca El Nino.
Pemerintah India beranggapan, pelarangan ekspor beras tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan dalam negeri dan menahan kenaikan harga di pasar domestik.
Sebagai informasi, India merupakan negara penyumbang lebih dari 40 persen pasokan beras global. Lembaga Analisis Data, Gro Intellegence, menyebut kebijakan ini dapat memperburuk situasi kerawanan pangan negara yang bergantung dengan impor beras. Mereka memprediksi, negara-negara di Afrika, Turki, Suriah dan Pakistan yang mengalami dampak buruk dari pelarangan tersebut.
Kementerian India melansir, permintaan global tentang ekspor beras putih India melonjak hingga 35 persen pada kuarta kedua 2023. Kenaikan permintaan tersebut bahkan terjadi setelah pemerintah melarang bongkar muat beras dengan kapal serta memberlakukan pajak ekspor 20 persen untuk beras putih.
Analis senior Rabobank, Oscar Tjakra, mencatat, tahun lalu, India mengekspor 10,3 juta ton beras putih non-basmati. Sementara negara pengeskpor beras alternatif belum memiliki kapasitas cadangan untuk mengisi kekurangan tersebut.
“Biasanya, pengekspor utama adalah Thailand, Vietnam, Pakistan dan Amerika Serikat. (Tetapi) mereka tidak akan memiliki persediaan beras yang cukup untuk menggantikan ini,” kata Tjakra sebagaiman dilansir Channel News Asia dari AFP.
Dari dalam negeri, harga beras India naik 14-15 persen pada tahun ini. Pemerintah memandang bahwa situasi ini merupakan catatan merah dari sudut pandang ketahanan pangan dan inflasi domestik.
Selain beras, India juga telah membatasi ekspor gandum dan gula sejak tahun lalu guna mengendalikan harga di pasar domestik. [Mohamad Deny Irawan]




















