pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 2 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Indonesia dalam Pusaran Ideologi Oplosan Sekularisme

Oleh Ahmad Sastra, Forum Doktor Muslim Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
7 years ago
in Kolom
0
Indonesia dalam Pusaran Ideologi Oplosan Sekularisme

Memimpin negara berarti mengelola tiga aspek strategis yakni manusia, kehidupan dan alam semesta. Manusia adalah aspek rakyat atau sumberdaya manusia. Kehidupan meliputi aspek pendidikan, ekonomi, politk, budaya, keamanan dan sosial. Sementara alam semesta berdimensi ekologis dan sumber daya alam.

Yang membedakan antarnegara dalam pengelolaan tiga aspek tersebut adalah landasan nilai dan ideologi. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang tidak melandaskan atas nilai dan ideologi dalam berbangsa dan bernegara. Aspek kedua pembeda antar negara adalah soal kepemimpinan. Landasan nilai merujuk kepada sumber normatif, sementara aspek kepemimpinan merujuk kepada kepribadian seorang pemimpin.

Kepribadian seorang pemimpin suatu negara bisa diukur dengan pola pikir atas realitas kehidupan rakyat dan paradigmanya atas sumberdaya manusia. Pola pikir yang benar akan melahirkan pola sikap yang benar, begitupun sebaliknya. Ada pepatah mengatakan sikap yang benar dengan satu tangan lebih baik dari sikap yang salah meskipun dengan dua tangan.





Indonesia, negeri zamrud katulistiwa dengan penduduk lebih dari 250 juta dengan kekayaan alam yang super melimpah adalah realitas. Kesalahan pandangan atas rakyat dan sumberdaya alam akan melahirkan kesengsaraan rakyat. Paradigma yang benar atas keduanya akan melahirkan kesejahteraan dan keselamatan kehidupan rakyat.

BACA JUGA

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

August Comte, seorang sosiolog yang menjadi rujukan pemikiran Barat membagi tahapan paradigma manusia atas realitas. Pertama, tahap teologis/fictius di mana eksistensi Tuhan dijadikan sebagai sumber ilmu dan realitas. Kedua, tahap metafisika/abstrak yang mengedepankan kekuatan abstrak sebagai sumber fenomena. Ketiga, scientific yang meyakini hukum alam sebagai penyebab gejala alam semesta.

Ketiga tahapan Comte menegaskan proses sekularisasi paradigma atas realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimulai dari tahap teologis menuju tahap filosofis dan akhirnya kepada tahap materialistis. Tak mengherankan jika pengelolaan negara di Barat berlandaskan nilai-nilai sekular dan liberal. Definisi kebahagiaan rakyat di Barat diukur oleh ketercapaian materi yang bersifat duniawi.



Tampaknya paradigma Comte terinspirasi dari tokoh-tokoh filsafat Barat seperti Thales yang memandang adanya gejala alam terhadap keberadaan air, udara, dll. Sokrates yang mengajarkan dialektika, metode untuk menemukan definisi. Dialektika Sokrates dikembangkan oleh Plato sehingga dialektika melahirkan thesis, antithesis dan sintesis. Hegel dan Karl Mark yang membangun dialektika materialism, dialektik proletariat versus kapitalis.

Barat kemudian menjadikan nilai dan ideologi kapitalisme sebagai worldview dalam pola pengelolaan negara. Nilai-nilai teologis telah lama ditinggalkan oleh negara-negara Barat. Nilai teologis diserahkan kepada individu-individu. Seluruh perbuatan rakyatnya tidak ditimbang berdasarkan moral dan etika, namun berdasarkan konsensus sosial.

Sementara di belahan timur ada negara yang menjadikan komunisme sebagai landasan nilai dan ideologi, di mana aspek teologis diabaikan sama sekali. Agama justru dianggap sebagai candu dan menghambat kemajuan negara. Dialektika materialisme menjadi sumber inspirasi kepemimpinan negara berbasis komunisme atheis.

Istilah sekular berasal dari bahasa Latin “saeculum” yang oleh Naquib al-Attas diistilahkan dengan paham kedisinikan adalah ideologi Barat yang menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya. Dalam paradigma sekular, kehidupan harus diatur berasaskan kepada rasional, ilmu dan sains.

Paham pemisah antara agama dan dunia ini menganggap kewujudan sebenarnya adalah melalui pancaindera bukan unsur-unsur rohaniah dan metafisik yang sukar dikesan melalui kajian modern. Prinsip lainnya adalah bahwa nilai baik dan buruk ditentukan oleh akal manusia bukannya teks agama. Bahkan menganggap alam ini terjadi melalui fenomena sains dan kimia tertentu bukannya refleksi kuasa Tuhan.

Sementara Islam adalah agama dan peradaban sekaligus. Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam –artinya tunduk atau patuh– selain yaslamu salaam –yang berarti selamat, sejahtera, atau damai. Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai).

Dari pengertian Islam, maka Muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah Ta’ala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah, mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaanNya. Kemudian dia berdiri teguh di atas perbuatan-perbuatan baik demi Allah semata. Dan dia menyerahkan segenap kekuatan amaliah wujudnya di jalan Allah. Artinya, secara akidah dan secara amalan, dia telah menjadi milik Allah semata.

Dalam perspektif paradigmatik, ideologi sekularisme yang lahir dari Barat ini jelas bertentangan dengan Islam. Sebagai contoh pandangan Islam terhadap alam semesta sangat bertentangan dengan pandangan sekularisme. Menurut Islam, pandangan terhadap alam semesta bukan hanya berdasarkan akal semata sebagaimana pandangan sekularisme.

Alam semesta dalam Islam difungsikan untuk menggerakkan emosi dan perasaan manusia terhadap keagungan al-Khaliq, kekerdilan manusia dihadapanNya, dan pentingnya ketundukan kepadaNya. Artinya, alam semesta dipandang sebagai dalil qath’i yang menunjukkan keesaan dan ketuhanan Allah

Gelombang modernisme peradaban Barat dengan basis sekular-liberal ke dunia Islam merupakan ancaman terbesar dalam bidang pemikiran dan keimanan. Perdaban Barat Modern tidak mempedulikan aspek kemanusiaan. Pendidikan modern Barat telah menghilangkan keyakinan kaum muda Muslim terhadap agamanya. Padahal keyakinan adalah aset terpenting dalam kehidupan seseorang.

Berbeda dengan Islam yang sempurna dalam kaitan konsepsi kepemimpinan negara yang menjadikan nilai teologis sebagai landasan filosofis dan empiris. Rakyat, kehidupan dan alam semesta dalam pandangan Islam adalah anugerah Allah yang mesti disyukuri sebagai sebuah amanah. Ketiga aspek itu dalam pandangan Islam adalah sebagai wasilah untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan berbangsa dan bernegara.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” [QS Ali Imran : 190-191].

Tampak jelas dalam ayat di atas bagaimana seharusnya seorang pemimpin negara memiliki paradigma yang holistik. Kepemimpinan dalam Islam adalah pemimpin pembelajar atas seluruh nilai dan realitas yang sedang terjadi dan menjadikan paradigma teologis sebagai timbangannya untuk menemukan hakekat kebenaran hakiki.

Pemimpin pembelajar dalam pandangan Islam mesti mampu menimbang segala realitas secara metodis, sistematis, logis dan verifikatif di mana nilai-nilai teologis normatif sebagai panduannya. Sebab seluruh manusia, kehidupan dan alam semesta oleh Allah tidaklah diciptakan tanpa tujuan spiritual. Keberkahan hidup berbangsa dan bernegara oleh Allah diindikasikan adanya rakyat yang beriman dan bertaqwa.

Mencintai Indonesia versi pemimpin pembelajar adalah dengan memahami bentuk penjajahan gaya baru sebagai musuh yang akan merugikan negeri ini sebagaimana zaman kolonial di masa lampau. Neokolonialisme seperti kapitalisme sekular dan komunisme atheis adalah dua bentuk penjajah baru melalui hegemoni ekonomi, politik, budaya, pendidikan dan sosial yang jauh lebih berbahaya dibandingkan zaman kolonial prakemerdekaan. Kedua nilai ideologi ini telah terbukti memiskinkan dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Sekularisme sebagai ideologi oplosan yang mencampur aduk antara akal dan nafsu, haq dan batil telah menjadi pusaran kuat yang menjerat seorang Muslim yang terlibat memimpin negara demokrasi. Mereka hampir tidak mampu keluar dari jeratan ini, selama masih berkubang dalam politik demokrasi. Keluar dari sistem demokrasi dan membangun peradaban dari luar sistem dengan membangun kesadaran umat adalah alternatif terbaik.

Maka bagi para pemimpin adalah bijak merenungkan firman Allah berikut, Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf: 96).

[AhmadSastra,KotaHujan,28/08/19 : 14.00 WIB]

Tags: IslamLiberalismeSekularisme
Share355Tweet11Send
Previous Post

Erdogan Jajagi Kemungkinan Pembelian Jet Tempur Su-57 Rusia

Next Post

Antropolog Belanda Berkunjung ke Gontor

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi IIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Kunjungi IIQ Jakarta

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Metodologi Riset Sosial di BRIN

IQT UNIDA Gontor Pelajari Metodologi Riset Sosial di BRIN

0
UNIDA Gontor Ikut Serta Forum MU’TAMAD 2026 di Lirboyo Kediri

UNIDA Gontor Ikut Serta Forum MU’TAMAD 2026 di Lirboyo Kediri

0
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi IIQ Jakarta

IQT UNIDA Gontor Kunjungi IIQ Jakarta

1 November 2026
UNIDA Gontor Ikut Serta Forum MU’TAMAD 2026 di Lirboyo Kediri

UNIDA Gontor Ikut Serta Forum MU’TAMAD 2026 di Lirboyo Kediri

1 November 2026
IQT UNIDA Gontor Pelajari Metodologi Riset Sosial di BRIN

IQT UNIDA Gontor Pelajari Metodologi Riset Sosial di BRIN

1 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result