Jakarta, Gontornews – Indonesia akan menjadi tuan rumah International Development Association (IDA18) 4th Replenishment Meeting, Rabu-Kamis (14 – 15 Desember 2016). Pertemuan ini bertujuan membahas dan menindaklanjuti strategi IDA18 menuju target pencapaian 2030
Acara yang bertema Toward 2030: Investing in Growth, Resilience and Opportunity ini juga sekaligus memutuskan strategi pengalokasian pendanaan dan peningkatan sumber pembiayaan IDA18.
Seperti dikutip laman Kementerian Keuangan RI, pertemuan itu akan membahas lima tema yang terdiri atas: 1) Transformasi ekonomi dann lapangan kerja; 2) Pemerintahan dan institusi; 3) Perubahan iklim; 4) Kesetaraan gender dan; 5) Kelemahan, konflik dan kekerasan.
Perwakilan Indonesia telah menyampaikan dukungannya pada lima tema tersebut, yang diarahkan bagi pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs), melalui kebijakan yang kuat dan paket pembiayaan program yang tepat.
Secara prinsip, Indonesia dapat mendukung strategi kebijakan yang diusulkan dalam IDA18. Namun, Indonesia akan terus mengawal tata kelola pengalokasiannya dalam rangka peningkatan kualitas IDA, sekaligus dalam ruang lingkup tertentu Indonesia akan mengarahkan dukungan Bank Dunia kepada program prioritas nasionalnya termasuk melalui wakil-wakilnya di Bank Dunia.
Pertemuan ini sekaligus akan menjadi pertemuan terakhir dalam rangkaian IDA 18 Replenishment Meeting di tahun 2016. Pertemuan sebelumnya dilaksanakan di Paris (14-15 Maret 2016), Myanmar (21-24 Juni 2016) dan Washington DC, Amerika Serikat (10-11 Oktober 2016).
IDA merupakan salah satu institusi dalam kelompok Bank Dunia yang memiliki misi membantu negara-negara di dunia yang masuk kategori least developed countries (LDCs) dengan memberikan hibah maupun pinjaman jangka panjang (30-40 tahun) dan tidak berbunga (interest–free loan) atau berbunga rendah (kombinasi pinjaman Bank Dunia dan IDA). [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















