London, Gontornews – Jika penggunaan tenaga listrik berbahan bakar batu bara di Inggris mencapai 40%, maka saat ini data tersebut menurun drastis dan berada di angka 7% saja. Hal ini terjadi karena Inggris beralih menggunakan tenaga angin sebagai bahan bakar listrik dan mulai meninggalkan listrik berbahan bakar batu bara.
Laman Science Alert mengabarkan bahwa tenaga angin memenuhi 15 % kebutuhan masyarakat Irlandia dan pada tahun 2016 angka tersebut naik hingga 10%.
Pada Oktober 2017, kombinasi angin, matahari dan air menghasilkan seperempat kebutuhan Inggris dalam satu bulan penuh. Sejak saat itu, penyemai tenaga angin di lepas pantai menyebar mulai dari pantai Norflok hingga Rampion yang bisa dilihat dari pusat kota Brighton, Inggris.
Selain efektifitas dan ramah lingkungan, listrik yang dihasilkan dari tenaga angin juga memililki harga yang murah yaitu sekitar £ 57,50 per megawatt hour (MWh) atau jauh lebih murah ketimbang kontrak serupa yang diberikan pada Hinkley Point yaitu sebesar £ 57,50 per megawatt hour (MWh).
Tak hanya itu, masyarakat Inggris juga melakukan penghematan penggunaan listrik. Penggunaan listrik sepanjang 2017 oleh masyarakat Inggris mengalami tren penurunan. Penggunaan listrik pada 2017 disebut-sebut sama dengan kebutuhan masyarakat Inggris pada tahun 1987 meski dengan pertumbuhan masyarakat yang jauh lebih besar.
Oleh karenanya, Inggris berharap menjadi negara pertama yang mampu menyediakan setidaknya setengah pembangkit listrik ‘berbahan bakar’ angin, matahari dan air bagi masyarakatnya pertama kali. [Mohamad Deny Irawan]


















