London, Gontornews — Pemerintah Inggris, Senin (2/11), menyatakan bahwa penguncian wilayah (lockdown) berakhir pada 2 Desember 2020 mendatang. Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak, menyebut aturan penguncian wilayah sebagai permasalahan hukum.
Kepada BBC, Sunak menjelaskan bahwa aturan ini berbatas waktu. “Harapan dan ekspektasi kuat pemerintah bahwa tindakan yang diambil akan cukup untuk melakukan pekerjaan yang kami butuhkan,” kata Sunak.
Pada akhir periode pekan keempat, Sunak menambahkan bahwa Inggris akan menerapkan kembali sistem secara bertahap. Untuk melegalkan aturan penguncian wilayah yang baru, Perdana Menteri bersiap untuk menghadapi parlemen, Senin (2/11).
Sebelumnya, Perdana Menteri Boris Johnson pada Sabtu (31/10) mengeluarkan penguncian Inggris mulai Kamis (5/11). Sejumlah pejabat menjelaskan bahwa penguncian wilayah membebani defisit anggaran serta hutang negara hingga 2 triliun poundsterling. Inggris pun menyebabkan ekonomi dalam negeri berpotensi menyusut kembali.
Sunak berencana mendapatkan dukungan dari kalangan pengusaha pasca pengumuman penguncian wilayah oleh PM Boris Johnson.
Pernyataan mengenai apakah penguncian wilayah akan diperpanjang muncul setelah Menteri Michael Gove menyatakan hal tersebut. Aturan cuti telah diperpanjang untuk mengakomodasi para pekerja yang tidak dapat bekerja selama penguncian akibat pembatasan. [Mohamad Deny Irawan]


















