Tel Aviv, Gontornews — Militer Israel mengatakan pada hari Senin (2/11) bahwa pasukannya menghancurkan rumah seorang warga Palestina di Tepi Barat yang dituduh menikam hingga tewas warga Israel tahun ini.
Militer mengatakan bahwa selama pembongkaran yang terjadi Ahad (1/11) malam, bentrokan meletus antara pasukan Israel dan sekitar 150 warga Palestina yang katanya melemparkan batu dan membakar ban. Pihak militer mengatakan, mereka menanggapi aksi itu dengan “cara membubarkan kerusuhan”, yang biasanya mengacu pada penggunaan gas air mata dan granat setrum.
Arabnews.com melansir, Mofeed Dweikat, walikota Rojeeb, lokasi rumah itu berada, mengatakan tentara merobohkan rumah dua lantai itu dan tiga orang terluka ringan oleh peluru berlapis karet dalam bentrokan yang terjadi.
Israel menuduh warga Palestina, Khalil Dweikat (46), menikam sampai mati seorang pria Israel berusia 39 tahun di kota Petah Tikva di Israel tengah pada Agustus. Polisi Israel mengatakan pada saat itu bahwa Dweikat, yang memasuki Israel dari Tepi Barat yang diduduki dengan izin kerja, melarikan diri dari tempat kejadian. Dia kemudian ditangkap dan diadili oleh otoritas Israel.
Militer mengatakan pembongkaran rumah dilakukan setelah pengadilan Israel menolak banding keluarga tersangka penyerang untuk memblokir langkah tersebut.
Israel mengatakan melakukan penghancuran rumah sebagai pencegah serangan oleh warga Palestina. []


















