London, Gontornews — Pemerintah Inggris mengindikasikan upaya penguncian nasional dengan ketat pascanatal. Namun Menteri Sekolah Negeri, Nick Gibb, tidak sependapat. Gibb menilai bahwa pembatasan berjenjang cukup efektif dalam mengendalikan penularan Covid-19 di masyarakat.
Sejumlah negara Inggris Raya, seperti Wales dan Irlandia Utara, tengah mempertimbangkan penguncian wilayah pascanatal demi mengendalikan infeksi.
“Tidak ada yang perlu dikesampingkan tentu saja saat kami menangani pandemi ini. Tetapi, sistem pengujian adalah cara yang sangat efektif untuk memfokuskan pembatasan,” ungkap Gibb kepada Sky News.
Gibb juga mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak mengesampingkan tentang kemungkinan penguncian wilayah pascanatal. “Bukan itu yang saya katakan. Kami memiliki sistem (penanganan Covid-19) berjenjang yang sangat efektif,” imbuh Gibb sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagian besar wilayah di Inggris, termasuk London, telah memasuki level 3 atau tahapan tertinggi dalam hierarki penanganan Covid-19. Pada tingkatan ini, pemerintah mengharuskan seluruh industri perhotelan dan restoran tutup kecuali fasilitas pesan-antar (take away).
Pembicaraan tentang pembatasan ketat sosial muncul saat Inggris bersiap untuk melonggarkan semua tindakan pengendalian selama Natal.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengutarakan bahwa pemerintah mengizinkan tiga rumah tangga bertemu selama lima hari pekan depan. Tapi, Boris juga menegaskan kepada seluruh warga agar tetap mewaspadai penularan Covid-19.
Pakar epidemologi asal London School of Hygiene and Tropical Medicine, John Edmuds, mengatakan relaksasi pascanatal sangat berisiko karena tingkat penularan masih tinggi.
“Sepertinya, sistem bertahap ini tidak dapat menahan gelombang epidemi kembali. Sayangnya,” ucap Gibb.
“Saya pikir, kita perlu melihat langkah-langkah dan mungkin memperketatnya,” tutup Gibb. [Mohamad Deny Irawan]



















