St. Albans, Gontornews – Seorang Mualaf asal St. Albans, Inggris, Yasmeen Khan mengutarakan alasannya mengenakan Jilbab meskipun sudah masuk Islam selama 15 tahun. Mengenakan jilbab merupakan keinginan pribadinya karena ingin menjaga kehormatannya sebagai seorang Muslimah dari pelecehan laki-laki.
“Beberapa orang berpikir perempuan Muslimah memakai penutup kepala karena disuruh oleh suaminya, tetapi tidak untuk saya sama sekali, ini keinginan saya sendiri, tidak juga karena diminta perempuan lainnya,” aku Yasmeen Khan seperti dikutip hertsad.co.uk.
Meski demikian, ia menyadari bahwa mengenakan jilbab membuatnya sedikit berubah, demikian dengan pandanga-pandangan orang lain yang menatapnya. Bahkan di tempatnya bekerja, teman-temannya memandang dengan aneh, lantaran sebelumnya dia tidak mengenakan jilbab.
“Begitu saya mengenakan jilbab, saya merasa orang-orang menatap saya. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi banyak Muslim Inggris, meskipun ada perubahan progresif dalam masyarakat selama beberapa tahun terakhir, karena ada orang-orang yang masih tidak mengerti alasan mengapa beberapa wanita Islam menutupi kepala mereka,” jelasnya.
Ibu lima anak ini telah memeluk Islam pada tahun 2006 setelah bertemu dengan suaminya yang Muslim, akan tetapi tidak memutuskan untuk mengenakan jilbab sampai tahun 2021.
Yasmeen mengaku, meski tidak mengenakan jilbab saat sudah menjadi Muslimah namun dirinya selalu mengenakan pakaian sopan, yang dianggapnya sebagai bagian dari interpretasinya tentang Islam. Namun setelah ia menggunakan jilbab untuk menutupi kepalanya, dirinya pun berfikir bahawa menutup
“Saya pergi ke seorang guru yang sangat baik. Dia mengajari saya bahasa Arab dan kami berbicara tentang hukum kesopanan dan tentang kesiapan. Dia menjelaskan kepada saya bahwa begitu Anda memakainya, Anda tidak bisa berhenti atau itu akan dianggap seperti membelakangi Allah,” ungkapnya.
Menurutnya, seorang Muslim wajib mengikuti pedoman yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan menjalani kehidupan yang diridhai Allah. Perbuatan seperti makan babi, minum alkohol dan merokok adalah sesuatu yang haram atau dilarang dalam Islam. Demikian juga mengenai perintah mengenakan penutup kepala atau jilbab, sebagaimana disebutkan Dalam Surah Al Ahzab ayat 59 yang artinya Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
“Saya meminta suami saya untuk membelikan syal untuk saya dari Bury Park di Luton, tidak ada tempat yang saya tahu di St Albans. Ketika saya pertama kali memakainya untuk bekerja di kantor, rasanya baik-baik saja tetapi hanya sedikit berbeda,” akunya.
Yasmeen juga mengungkapkan perubahan yang dialaminya setelah mengenakan jilbab, dan hal itu mempengaruhi dirinya, “Orang-orang memandang kami dengan aneh ketika kami pertama kali berkumpul. Saya akan mendapatkan penampilan yang lucu karena menjadi seorang wanita kulit putih dengan seorang pria Asia. Seolah-olah mengenakan jilbab membuat saya lebih dapat diterima oleh orang-orang. yang tidak mengerti,” ungkapnya lagi.
Terakhir Yasmin mengatakan bahwa dirinya bangga menjadi seoarng Muslimah dengan jilbab di kepalanya, “Saya bangga memiliki identitas Muslim dan mengenakan jilbab saya. Ini adalah bagian dari siapa saya. Jauh lebih rumit daripada tidak memperlihatkan rambut saya karena saya tidak ingin dilecehkan oleh laki-laki. Menjadi seorang wanita Muslim hari ini di Barat, penutup kepala adalah bagian dari proklamasi iman dan signifikansi saya di St Albans,” ungkapnya bangga.[Devi]



















