Baghdad, Gontornews — Pemerintah Irak, Senin (15/11/2021), mengatakan bahwa penerbangan pertama untuk memulangkan warganya dari Belarusia akan mulai pada Kamis (18/11/2021) mendatang. Irak akan memulangkan warganya dari Belarusia, termasuk mereka yang menjadi migran di perbatasan Belarusia-Polandia secara sukarela.
“Irak akan mengoperasikan penerbangan pertama bagi mereka yang ingin pulang secara sukarela pada tanggal 18 bulan ini (dari Belarusia),” ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed Al-Sahaf, dalam konferensi persnya, Senin Malam waktu Irak.
Pengumuman ini datang ketika para menteri Luar Negeri Uni Eropa berencana untuk menetapkan sanksi tambahan kepada Belarusia tahun lalu. Uni Eropa menganggap pemerintah Belarusia telah melakukan tindakan penindasan terhadap penentang rezim Presiden Belarusia terpilih, Alexander Lukashenko.
Pejabat Uni Eropa, Josep Borrell, mengaku sudah melakukan pembicaraan intensife dengan Menteri Luar Negeri Belarusia, Vladimir Makei. Setelah pembicaraan tersebut, Borrell lantas menyebut bahwa situasi kemanusiaan di perbatasan Polandia-Belarusia berada dalam situasi genting.
“Nyawa seseorang harus dilindungi dan badan-badan kemanusiaan harus mendapatkan akses,” kata Borrell dalam akun Twitter yang dilansir Euro News.
“Situasi ini tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan. Manusia tidak boleh digunakan sebagai senjata,” sambungnya.
Namun, Makei menganggap bahwa penjatuhan sanksi oleh Uni Eropa bagi Belarusia tidak akan efektf, tanpa harapan dan cenderung kontra-produktif. [Mohamad Deny Irawan]






















