Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah mengkritik rencana AS untuk menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.
“AS tidak dalam posisi untuk mulai menyebut orang lain sebagai organisasi teror dan kami menolak segala upaya AS dalam hal ini,” katanya kepada wartawan di sela-sela konferensi di Doha pada hari Rabu (1/5).
“AS mendukung teroris terbesar di kawasan itu, yaitu Israel.”
Atas desakan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Pemerintahan Trump kini sedang mengumpulkan bukti-bukti agar bisa menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi “teroris” asing.
Gedung Putih mengatakan hal itu pada hari Selasa, yang akan memberikan sanksi terhadap gerakan Islami tertua di Mesir itu.
“Presiden telah berkonsultasi dengan tim keamanan nasional dan para pemimpin di kawasan yang berbagi keprihatinannya, dan penetapan ini sedang berjalan melalui proses internal,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]




















