Jakarta, Gontornews– Ahli agama Islam, KH Ahmad Ishomuddin, menjelaskan makna Aulia di dalam Quran Surat Al Maidah ayat 51 bukan ditafsirkan sebagai pemimpin, melainkan teman setia.
“Wali (adalah) bentuk jamaknya Aulia. Aulia punya banyak sekali makna. Aulia dalam almaidah 51 diterjemahkan sebagai teman setia. Ia menjelaskan ada empat metode tafsir pada umumnya,” ujarnya di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (21/3).
Empat tafsir yang dapat digunakan untuk menafsirkan Al-Quran yaitu (1) tafsir metode analisis, (2) tafsir perbandingan, (3) tafsir tematik, dan (4) tafsir secara umum. Ia menjelaskan makna Al Maidah 51 menggunakan tafsir perbandingan, yaitu membandingkan ayat dengan Hadits dan pendapat ulama lainnya, seperti Said Hawwa dan Abdul Qadir Al Jailani.
“Saya menggunakan metode tafsir perbandingan. Dari tafsir ulama terdahulu, Said Hawwa halaman 1486 jilid 3 menjelaskan “Janganlah kamu mengambil orang Nasrani dan Yahudi sebagai Aulia, ini hanya terjadi pada hanya teman dekat,” ujar dosen dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang jadi saksi ahli meringankan Ahok ini.
“Sedangkan Abdul Qadir Al Jailani mengatakan Janganlah kamu mengambil orang Nasrani dan Yahudi sebagai teman dekat, yaitu dengan cara mengikuti mereka, bersahabat kepada mereka, bergantung pada mereka, dan lain-lain,” lanjutnya.
Ishomudin juga menengarai bahwa MUI merupakan pemicu utama terhadap terjadinya demonstrasi besar-besaran dan beruntun sejak Aksi 411. Ia menekankan MUI belum melakukan klarifikasi terkait menyebarnya video pidato Ahok di Kepulauan Seribu 26 September 2016 lalu.
“Dalam hal ini, MUI tidak melakukan klarifikasi yang dimaksud melakukan kroscek dan tidak pula memanggil Ahok untuk meminta keterangan. Tiba-tiba saja sudah datang GNPF MUI melakukan demonstrasi,” ujarnya.
Ketika hakim menanyakan laporan ini sudah banyak ke Bareskrim, ia merespon, “Semakin menjadi pemicu. Karena itu tersebar, sehingga terbentuklah GNPF MUI. Perkara tetap ada, tapi tidak akan terjadi demo besar (seperti yang sudah-sudah),” lanjutnya. [fathur]





















