Diyarbakir, Gontornews — ISIS mengatakan pada hari Jumat (4/11), mereka berada di belakang aksi serangan bom mobil yang menewaskan sembilan orang di Turki tenggara yang didominasi suku Kurdi, menurut monitor yang berbasis di AS.
“Sebuah sumber internal Amaq Agency: para pejuang ISIS meledakkan bom mobil yang diparkir di depan sebuah kantor polisi Turki di Diyarbakir, Turki tenggara,” kata Kelompok Intelijen SITE, mengutip Amaq, nama lain ISIS yang biasa digunakan ketika mengklaim bertanggung jawab atas serangan.
Dalam pesan audio yang dirilis awal pekan ini, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang hampir setahun ini berdiam diri, menyerukan serangan terhadap Turki dan Arab Saudi. Dia juga meminta para pejuang ISIS untuk mempertahankan Mosul , Irak.
Ankara memiliki tentara yang ditempatkan di sebuah pangkalan di luar Mosul dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan khawatir intervensi militer Turki diperluas hingga Irak.
“Serangan itu bisa merupakan pembalasan ISIS kepada Turki yang tergabung dalam koalisi melawan ISIS,” kata Bulent Aliriza, direktur Proyek Turki dan rekan senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, kepada Al Jazeera.
Aliriza mengatakan, dukungan Turki terhadap pejuang oposisi Suriah yang secara efektif mencegah pembentukan ‘sabuk’ Kurdi di Suriah utara, pasti telah membuat kesal YPG.
Turki menuduh Unit Perlindungan Rakyat atau YPG, perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, sebagai actor atas ledakan di luar kantor polisi di Diyarbakir, kota dengan mayoritas suku Kurdi.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, PKK telah kembali menunjukkan ‘wajah jeleknya’ dengan serangan itu. [Rusdiono Mukri]




















