Yerusalem Timur, Gontornews — Jamal Abu Khdeir membutuhkan waktu beberapa bulan dan puluhan ribu dolar untuk membangun rumahnya. Namun pada hari Rabu (22/11), impiannya untuk menampung 27 anggota keluarganya di bawah satu atap sirna hanya dalam beberapa menit.
Lebih dari 40 perwira Israel dan dua buldoser tiba sesaat setelah fajar untuk menghancurkan rumah baru Abu Khdeir di daerah sekitar Shufat di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
Begitu penggusuran rumah dimulai, bentrokan pecah. Seorang sepupu Abu Khdeir mengatakan, dia mencoba turun tangan untuk melerai bentrokan tersebut, namun akhirnya diserang oleh pasukan Israel.
“Ketika pasukan pendudukan Israel menghancurkan rumah tersebut, anak laki-laki dan anggota keluarga Abu Khdeir mulai meneriaki mereka,” kata Ishaaq Saeed Abu Khdeir (73 tahun) seperti dikutip Aljazeera.
“Pasukan Israel mulai memukul mereka dan itu berubah menjadi pertarungan fisik. Saya datang untuk menyelamatkan anak laki-laki,” tambahnya.
“Namun, salah satu tentara, dengan seluruh kekuatannya mendorong saya sehingga saya jatuh ke semak-semak, dan tidak bisa bangun. Saya masih merasakan sakit.”
Ishaaq mengatakan, pasukan Israel juga memukul dan menahan dua anggota keluarga lainnya. Namun, keduanya kemudian dibebaskan. [Rusdiono Mukri]




















