Jakarta, Gontornews — Pekan lalu dalam silaturahim Sewindu Sukuk Negara, Presiden Joko Widodo di Istana Negara menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah. Harapan RI 1 itupun mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad juga menyatakan harapannya akan cita-cita Indonesia sebagai hub keuangan syariah pada 2017 nanti. Hal tersebut dikatakannya karena presiden bertanya-tanya mengapa Malaysia dan Singapura yang jadi hub, sedangkan Indonesia tidak, padahal Indonesia mayoritas penduduknya Muslim.
“Maka kami ingin menjadikan Jakarta sebagai center pengembangan keuangan syariah, Jakarta Islamic Financial Center yang akan jadi tempat dikembangkannya kawasan khusus yang mendorong produk keuangan syariah. Mudah-mudahan pada 2017 ini bisa ditindaklanjuti,” katanya dalam konferensi pers akhir tahun OJK di Jakarta, Jumat (30/12).
Untuk meningkatkan penetrasi sektor jasa keuangan syariah, kata Muliaman, OJK telah menyelenggarakan Keuangan Syariah Fair 2016 di empat kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Tangerang dan Banda Aceh.
Adapun kegiatan yang dilakukan di even tersebut antara lain launching buku Standar Produk Perbankan Syariah, launching working group Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Keuangan (SiKOMPAK) Syariah, pendirian laboratorium bank syariah mini di kampus dan layanan terpadu konsumen keuangan syariah. Keuangan Syariah Fair telah meraup dana hingga Rp 168,86 miliar dari 47.969 rekening tabungan syariah. [M Khaerul Muttaqien/Rus]



















