Paris, Gontornews–Persitiwa penembakan jamaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu, mengundang simpati dunia. Tak terkecuali mereka yang berada maupun datang ke kota mode ternama, seperti Paris, Prancis.
Seperti halnya di Masjid Agung Paris (Grande Mosquee de Paris) yang berlokasi di 2bis place du Puits de l’Ermite, 75005 Paris. Banyak orang yang meletakkan karangan bunga di masjid tersebut sebagai bentuk rasa duka.
“Karangan bunga tersebut berasal dari jamaah-jamaah masjid dan pengunjung masjid (turis) yang bersimpati atas tragedi di dua masjid di Selandia Baru,” kata Chief Executive Officer (CEO) Adinda Azzahra Tour & Travel, H. Priyadi Abadi, M.Par kepada Gontornews, langsung dari Paris, Kamis (21/3).
Priyadi yang juga Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) ini berada di Prancis membawa rombongan wisatawan Muslim asal Indonesia mengunjungi sejumlah negara di Eropa, pada
tanggal 12-24 Maret 2019. Priyadi dan rombongan wisatawan Muslim sedang menjalankan shalat Ashar di Masjid Agung Paris.
“Banyaknya karangan bunga di Masjid Agung Paris menunjukkan bahwa masyarakat dunia berduka. Baik mereka yang sesama Muslim maupun non-Muslim. Semua berduka dan mengutuk keras. Ini terlihat dari karangan bunga yang bertuliskan ucapan duka cita dari pengunjung masjid yang non-Muslim,” ujarnya.
Priyadi menegaskan, tragedi di dua masjid di Selandia Baru menggugah kesadaran di kalangan Muslim traveller untuk semakin dekat ke masjid. Bahkan semangat untuk berislam semakin meningkat di Eropa.
“Kami kini mengusung tagline ‘Kami tidak takut ke masjid’. Dengan adanya penembakan di dua masjid di Selandia Baru, justru kami para Muslim Traveller makin semangat untuk melaksanakan ibadah shalat di masjid mana pun di dunia ini. Kami tidak takut ke masjid, dan kami bertekad untuk memakmurkan masjid-masjid di mana Muslim menjadi minoritas,” papar Priyadi. [Fathurroji]






















