Seoul, Gontornews — Korea Selatan, Jumat (04/08/2023), membentuk satuan tugas untuk mengatasi kekhawatiran gelombang panas yang menyerang lokasi Jambore Pramuka Dunia di Saemangeum, sebelah tenggara Seoul, Korea Selatan.
Wakil Menteri Luar Negeri, Oh Young-ju, mengatakan pihaknya akan terus bekerjasama dengan panitia penyelenggara jambore dunia di Saemangeum. Pemerintah Korea Selatan, sambung Young-ju, akan memberi dukungan dan mengatasi masalah yang diangkat oleh sejumlah kantor kedutaan besar di negara Asia Timur tersebut.
Pada hari yang sama, Kementerian memberikan pengarahan kepada anggota satgas untuk mengatasi permasalahan di lokasi Jambore. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap mengabarkan kehadiran pejabat dari 23 negara asing untuk Korea Selatan yang menghadiri pertemuan tersebut.
Kementerian berencana mengadakan pengarahan tambahan untuk satgas terkait pekan depan.
Sebagai informasi, jambore pramuka dunia (World Scout Jamboree/WSJ) ke-25 di Saemangeum mendapat kecaman dari sejumah pihak. Para peserta acara yang diikuti lebih dari 40.000 peserta dari 158 negara tersebut mengeluhkan kurangnya tempat tidur rumah sakit hingga lahan yang tergenang karena hujan lebat. Keluhan lain yang muncul yaitu menu makanan yang buruk seperti telur busuk hingga banyaknya nyamuk di lahan reklamasi tersebut.
Media lokal Korea Selatan, Korea Joongang Daily, Selasa (01/08/2023), melaporkan sedikitnya 400 orang terserang penyakit yang terkait dengan sengatan panas. Seorang peserta jambore asal Malaysia, Riski Ananda Sia, mengatakan ia membutuhkan dua obat untuk mengurangi dampak sengatan panas. Ia mengaku bahwa suhu di Saemangeum lebih panas dari pada suhu di Malaysia.
Sementara itu, sebagian besar peserta mengalami sejumlah gejala ringan seperti mual dan dehidrasi. Beberapa peserta bahkan mengalami sakit kepala, kejang otot dan pingsan selama pelaksanaan jambore berlangsung.
“Semuanya gejala ringan dant idak ada pasien yang mengalami penyakit serius,” kata Choi Chang-haeng, sekretaris penyelenggara, Rabu (02/08/2023).
“Kami menangani pasien dengan gejala ringan dan segera mengirimkan mereka ke rumah sakit Jambore dengan menghubungi nomor darurat 119,” sambungnya.
Beberapa kelompok masyarakat telah memperingatkan penyelenggara agar tidak mengadakan kegiatan jambore di Saenmageum. Mereka menganggap wilayah tersebut tidak layak karena berada di atas tanah berlumpur yang telah direklamasi. [Mohamad Deny Irawan]






















