Jakarta, Gontornews — Menjelang lebaran, nilai rupiah kembali melemah. Nilai tukar rupiah terhadap satu dolar Amerika Serikat pada Jumat siang telah mencapai Rp14.043.
Apa penyebabnya? Berbagai pihak memiliki pendapat berbeda terkait faktor yang menyebabkan melemahnya nilai tukar mata uang Indonesia tersebut.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman Zainal, mengungkapkan gejolak nilai tukar rupiah terjadi karena pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika.
Membaiknya perekonomian Amerika kerap disebut sebagai penyebab melemahnya nilai tukar rupiah.
“Terutama karena ekonomi AS semakin membaik sehingga itu membuat nilai tukar dolar semakin menguat,” kata Agusman kepada BBC Indonesia, Selasa (08/05).
Dengan naiknya tingkat suku bunga, maka AS akan menjadi tempat yang ‘lebih menguntungkan’ untuk berinvestasi. Alhasil, investor yang sebelumnya menanam dana di berbagai negara, termasuk Indonesia, memindahkan investasinya ke AS.
Maret lalu, Bank Sentral Amerika menaikkan tingkat suku bunganya dari 1,5% menjadi 1,75%. Kenaikan diprediksi akan terjadi lagi pada Juni 2018.[DJ]





















