Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Kamis (10/12), mengonfirmasi perkembangan buruk wabah flu burung yang melanda negaranya. Dua prefektur Jepang melaporkan bahwa mereka telah melakukan pemusnahan karena unggas yang mereka ternak terinfeksi virus flu burung.
Otoritas setempat menduga bahwa virus flu burung yang sangat menular tersebut merupakan subtie H5. Kemungkinan besar, virus tersebut di bawah oleh burung-burung yang bermigrasi dari Eropa ke Asia maupun sebaliknya. Virus ini telah menyebar ke delapan dari 47 prefektur di Jepang.
Reuters menjelaskan bahwa tidak ada risiko penularan wabah flu burung dari telur maupun daging ayam yang terinfeksi. Namun, pemerintah khawatir bahwa wabah tersebut menyebar ke manusia dan menyebabkan pandemi seperti Covid-19.
Pemerintah Jepang lantas memerintahkan beberapa peternakan untuk melakukan desinfeksi dan memeriksa aturan kebersihan yang berlaku. Mereka juga mendesak kepada para peternak untuk memasang jaring pencegah burung liar dengan benar.
Sejauh ini, 2,36 juta ekor unggas telah dimusnahkan dalam dua wabah flu burung terakhir. Angka ini lebih tinggi dari kasus serupa yang terjadi pada April 2010 dimana para peternak memusnahkan sekitar 1,83 juta ekor unggas akibat situasi serupa.
Pemerintah pun mengintsruksikan kewaspadaan ekstra menyusul meningkatnya jumlah infeksi wabah flu burung di Jepang maupun di Eropa. Pemerintah mencatat wabah flu burung terberat sejak 2016 tersebut terkonfirmasi di prefektur Kagawa di pulau Shikoku.
Sementara kasus flu burung terbaru terkonfirmasi di kota Kinokawa di prefektur Wakayama. Kementerian Pertanian Jepang juga menyebut tiga peternakan ayam broiler di prefektur Oita di pulau Kyushu melaporkan kasus serupa. [Mohamad Deny Irawan]


















