Sydney, Gontornews — Ilmuwan Australia, Kamis (10/12), mengembangkan metode pengurutan DNA DNA Sequencing) yang memungkinkan pihak terkait untuk mengidentifikasi sumber virus korona hanya dalam waktu empat jam sejak penularan. Temuan ini memungkinkan otoritas kesehatan mengidentifikasi asal wabah yang terjadi di masa depan dengan cepat.
Model pengurutan genom dapat membantu para ilmuwan untuk memantau pergerakan kecil virus pada skala nasional mapun internasional. Dengan demikian, para ilmuwan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana perkembangan kasus Covid-19 dapat terjadi.
“Ketika kasus virus korona masih menjadi misteri yang baru diidentifikasi, setiap menit akan dihitung,” kata ilmuwan dari Garvan Institute of Medical Research (GIMR) , Ira Deverson, kepada Reuters. Temuan tersebut juga merupakan hasil kerjasama GIMR dengan Unversity of New South Wales (UNSW).
Tes genom ini dapat membantu pelacakan sumber kasus misteri sekalipun sumber infeksi belum dapat diketahui. Seringkali, pelacakan tersebut memakan waktu lebih dari 24 jam.
Sebagai informasi, panjang genom virus korona baru adalah sekitar 30.000 huruf. Meski terlihat banyak, angka tersebut rupanya terbilang kecil jika dibandingkan dengan 3 miliar huruf penyusun DNA atau asam deoksiribonukleat yang berasal dari genom manusia. Virus dapat mengubah tanda genetik dari inag saat ia mereplikasi dirinya sendiri.
“Dengan mengidentifikasi variasi genetik ini, kami dapat menetapkan bagaimana berbagai kasus virus korona terkait,” kata ilmuwan UNSW, Rowena Bull.
Berbeda dengan sejumlah negara maju, Australia berhasil menekan laju penyebaran Covid-19 secara hati-hati. Australia telah melaporkan infeksi kasus Covid-19 di bawah 28.000 kasus dengan ‘hanya’ 908 kasus kematian.
Sejauh ini, otoritas terkait memperkirakan ada kurang dari 50 kasus aktif yang tersisa. Mayoritas kasus aktif berasal dari wisatawan yang kembali dari luar negeri dan tengah menjalani karantina di lokasi yang telah disiapkan otoritas setempat. [Mohamad Deny Irawan]


















