Tokyo, Gontornews — Jepang, Senin (12/4/2021), memulai vaksinasi Covid-19 bagi kelompok masyarakat berusia lanjut atau lansia. Dalam kampanye vaksin bagi lansia, Jepang menggunakan vaksin Pfizer asal Eropa dan telah tersebar ke 120 lokasi di seluruh negeri.
Dalam pelaksanaan vaksinasi gelombang pertama, hanya 2.810 warga Tokyo yang mengikuti program vaksinasi. Angka ini masih lebih tinggi dari beberapa daerah yang mencatatkan kurang dari 1.000 dosis suntikan vaksin. Padahal, Jepang memiliki populasi 126 juta orang.
Saat berkunjung ke pusat vaksinasi di Hachioji, Tokyo, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga mengatakan pemerintah akan menerima 100 juta dosis vaksin pada akhir Juni. Angka ini cukup untuk memberikan dua dosis vaksin kepada populasi lansia yang mencapai 36 juta orang.
“Kami ingin mengirimkan (vaksin) kepada sebanyak mungkin orang secepatnya,” kata PM Suga kepada Reuters.
Lebih dari 100 hari jelang Olimpiade, pemerintah kota Tokyo memberlakukan tindakan darurat selama satu bulan ke depan. Mereka mengkhawatirkan gelombang keempat Covid-19 dengan varian baru virus korona yang mendominasi.
Peneliti sekaligus dokter dari Univeristas Keio, Tokyo, Haruka Sakamoto, mengungkapkan pemerintah menargetkan vaksinasi bagi kelompok masyarakat berusia 30-an dan 40-an.
“Vaksinasi yang tersedia saat ini tidak dapat mencegah gelombang keempat dari pandemi,” kata Sakamoto.
“Saya pikir generasi muda sekarang akan lebih terpengaruh dibandingkan dengan gelombang sebelumnya,” imbuh Sakamoto.
Jepang menjadi salah satu negara ekonomi terbesar yang memulai inokulasi pada pertengahan Februari. Uniknya, Jepang hanya bergantung pada vaksin Pfizer sebagai satu-satunya produsen vaksin Covid-19 yang mendapat persetujuan regulator obat domestik.
Sebanyak 1,1 juta warga Jepang telah menerima satu dosis vaksin Covid-19. Mayoritas penerima vaksin merupakan petugas kesehatan garis depan. [Mohamad Deny Irawan]



















