Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Selasa (17/8/2021), memperpanjang status darurat Covid-19. Tidak hanya Tokyo dan sekitarnya, pemerintah Jepang juga memperluas status daruratnya ke 7 prefektur lain hingga 12 September mendatang.
Menteri Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura mengatakan kepada panel bahwa pemerintah berencana menambahkan tujuh prefektur lain dalam status darurat Covid-19. Nishimura beranggapan pemeirntah perlu membendung penyebaran varian Delta yang meningkatkan kasus Covid-19 secara drastis.
Perdana Menteri, Yoshihide Suga, kabarnya juga akan memberikan keterangan resmi pada Selasa malam waktu setempat.
“Sistem perawatan kesehatan berada adalam situasi yang sangat parah. Para ahli mengatakan hal tersebut mendekati level kebencanaan,” kata Nishimura sebagaiman dilansir Japan Times.
Pemerintah merujuk pada jumlah pasien di rumah sakit nasional yang melonjak lebih dari dua kali lipat dari periode sebelumnya. Jika kasus-kasus parah ini menciptakan rekor, pemerintah khawatir akan memberi tekanan pada sistem perawatan kesehatan.
Sejatinya, pemerintah berencana untuk mencabut status darurat Covid-19 pada 31 Agustus mendatang. Namun, perpanjangan darurat terpaksa diberlakukan menyusul penyelenggaraan Paralimpiade Tokyo pada 24 Agustus hingga 5 September 2021.
Status darurat Covid-19 Jepang menjadi kurang efektif dala mmengubah perilaku warga dari waktu ke waktu. Banyak bar dan restoran yang mengabaikan instruksi pemerintah untuk menutup lebih awal serta penghentian sementara penjualan minuman beralkohol. Pemerintah juga tidak memberikan hukuman spesifik bagi warga yang tidak patuh dalam menghindari acara yang tidak perlu.
Namun, kondisi tersebut rupanya berhasil mengurangi dampak kerusakan ekonomi akibat Covid-19. Dalam tiga bulan terakhir, hingga Juni, angka belanja masyarakat meningkat sehingga berhasil mampu membuat pemerintah menghindari jurang resesi.
PM Suga menolak untuk memberlakukan penguncian secara ketat. Ia memilih untuk mempercepat proses vaksinasi demi menghalau penyebaran Covid-19. Sejauh ini, lebih dari 37 persen dari populasi masyarakat Jepang yang telah mendapatkan dua dosis vaksin lengkap. Pemerintah, sambung Suga, menargetkan seluruh warganya telah mendapatkan vaksin lengkap pada November mendatang. [Mohamad Deny Irawan]


















