Istanbul, Gontornews — Kebakaran hutan di lokasi wisata pantai Turki, Antalya dan Mugla, berkobar pada hari Ahad (1/8) ketika petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di hari kelima terjadinya kebakaran.
Arabnews.com meliris, sejumlah penduduk menyelamatkan diri dengan naik perahu. Sementara kapal penjaga pantai menunggu di laut jika diperlukan evakuasi yang lebih besar.
Meriam air polisi yang biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan, membantu helikopter dan truk pemadam kebakaran di sebuah desa di distrik populer Mugla, Bodrum, untuk memadamkan api. Televisi Turki memberitakan, api telah menyala kembali setelah padam sebelumnya, dengan kobaran api dan asap mendekati sebuah desa.
Warga sipil berusaha membantu, berharap untuk melindungi rumah dan kebun zaitun, tetapi beberapa rumah sudah rusak. Penjaga pantai dan perahu pribadi membantu beberapa warga mengungsi melalui laut.
Kebakaran di Marmaris, tujuan wisata lain di Mugla, berlanjut pada hari Ahad karena angin kencang membuat upaya pemadaman kebakaran menjadi lebih sulit. Melalui media sosial, warga desa di sekitar Marmaris memohon bantuan lebih banyak.
Sejumlah turis dan beberapa penduduk menaiki perahu dengan membawa koper sementara yang lain menunggu dengan cemas karena takut api akan sampai ke pantai.
Kebakaran juga merambah sebuah desa dekat kota Manavgat. Sebuah helikopter berusaha memadamkannya. Menteri Kehutanan dan Pertanian Mesir, Bekir Pakdemirli, mencuit bahwa 107 kebakaran hutan “terkendali” di seluruh Turki. Daftarnya menunjukkan, sejak Rabu, kebakaran hutan telah terjadi di 32 provinsi. Korban tewas akibat kebakaran hutan meningkat menjadi delapan pada hari Ahad.
Turis yang panik dievakuasi pada Sabtu dari beberapa hotel di Bodrum saat api turun dari bukit menuju pantai. Media Rusia melaporkan bahwa 100 turis Rusia termasuk di antara mereka yang dievakuasi.
Sementara pihak berwenang Turki mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan ada sabotase oleh militan Kurdi dalam kebakaran itu. Namun para ahli menyebut faktor iklim sebagai penyebab kebakaran, di samping karena kelalaian manusia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi beberapa daerah yang terkena dampak pada hari Sabtu dan berjanji untuk membantu warga membangun kembali rumah mereka.
Gelombang panas di Eropa selatan sebagai akibat aliran udara panas dari Afrika Utara, telah menyebabkan kebakaran hutan di Mediterania, termasuk di Pulau Sisilia Italia dan di Yunani barat.
Suhu di Turki dan negara-negara terdekat di Eropa tenggara diperkirakan akan naik hingga 42 derajat Celcius pada hari Senin. Suhu di Antalya sudah mencapai 41 derajat Celcius pada hari Ahad.
Sementara itu di Provinsi Van, bagian timur Turki, banjir menghancurkan sedikitnya enam rumah setelah sebuah sungai kecil meluap di tengah hujan lebat. Banjir di Turki utara bulan lalu menewaskan sedikitnya enam orang. []




















