pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 28 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Kebijakan Penanggulangan Wabah Umar bin Khattab

oleh Nurizal Ismail, Kepala Unit Pemberdayaan Masyarakat LPPM dan Direktur Pusat Studi Klasik Islami Tazkia)

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
3 April 2020
in Kolom
0
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Reuters)

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Reuters)

Umar bin Khattab memberikan pengalaman kepemimpinannya kala menghadapi wabah dan ancaman ekonomi masyarakatnya. Sejumlah negara seperti India, Jepang dan Malaysia seolah menyontoh bagaimana Umar mengeluarkan kebijakan yang berorientasi masyarakat dalam situasi COVID-19.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia, WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi langkah India yang menggelontorkan dana 22,5 Miliar Dollar untuk stimulus ekonomi. Tedros pun mengamini langkah India karena COVID-19 membawa permasalahan ekonomi tersendiri terkhusus bagi negara-negara berkembang.

Angka pengangguran berisio meningkat. Ekonomi dunia pun berpotensi melambat. Suplai rantai makanan antar negara pun terancam ambyar. Kabupaten penghasil Sayuran segar seperti Magetan pun terpaksa gigit jari karena pemerintah daerah membatasi pengiriman ke Kabupaten tetangga seperti Madiun, Ponorogo dan Ngawi. Di lain sisi, ketiga Kabupaten sekitar Magetan itu mengalami kekurangan pasokan dan mengakibatkan harga sayuran membumbung tinggi.

India mengalokasikan dana sebesar senilai 379 Triliun Rupiah untuk membantu puluhan juta warga berpenghasilan rendah selama karantina atau lockdown.

BACA JUGA

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

Di Bawah Asuhan Gontor

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Sosiologi Ketahanan Gontor

Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

Senada dengan India, Jepang mengalokasikan sekitar 69 Triliun Rupiah untuk membantu perusahaan kecil dan menengah dalam mengajukan pinjaman tanpa bunga. Termasuk di dalamnya subsisi langsung kepada warga.

Negeri Jiran Malaysia juga tidak mau ketinggalan dalam membantu masyarakat dalam situasi COVID-19. Mereka menggelontorkan hampir 494 Triliun Rupiah untuk menjaga kesejahteraan rakyat, 377 Triliun bagi kalangan bisnis dan pelaku usaha serta 7 Triliun Rupiah untuk memperkuat ekonomi.

Kebijakan yang digelorakan oleh India, Jepang dan Malaysia tidak lepas dari prediksi pengamat yang menyebut COVID-19 memicu krisis ekonomi global.

Secara umum, warga tentu saja berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Masyarakat sudah kadung percaya dengan keberadaan pemerintah. jika tidak, mana mungkin masyarakat tunduk terhadap aturan lockdown atau semacamnya.

Karenanya, kaidah Tasarrafu al-imām manūṭan bi al-maṣlaḥaḥ tentu harus betul-betul dipertimbangkan oleh pemimpin sebuah negara. Kebijakan pemimpin harus dan wajib berorientasi pada kemaslahatan warga bukan kemaslahatan golongan, atau bahkan kemaslahatan pribadi pemimpin negara.

Saat itu, Madinah dilanda bencana kelaparan selama 9 bulan akibat perubahan cuaca. Dalam catatan Ibnu Katsir, bencana yang terjadi pada tahun 18 Hijriyah itu membuat tanah menghitam karena minimnya hujan. Warna tanah pun berangsur-angsur menjadi warna abu-abu. Para ulama pun sepakat menamakan kondisi saat itu sebagai ‘am ramadha atau tahun kekeringan.

Belum selesai dengan ‘Am Ramadha, wabah ‘Taūn Amwās menerjang wilayah Syam. Dalam sejarah Islam, wabah pertama yang terkonfirmasi di di zaman khalifah tersebut mengakibatkan 30 Ribu kematian. Umar bin Khattab pun diceritakan sangat sedih karena sahabat-sahabatnya seperti Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, dan Suhail bin Amr meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Demi menanggulangi ‘Ta’un Amwās dan ‘Am Ramadha, Umar bin Khattab pun mengeluarkan sejumlah kebijakan: 1) Meminta kepada rakyat agar senantiasa berdoa kepada Allah swt; 2) mengirimkan kebutuhan dasar pokok masyarakat; 3) menghimbau masyarakat agar bersikap hemat dalam mengonsumsi makanan yang tersedia dan; 4) penangguhan zakat peternakan.

Terkait hal pertama, Umar berkata: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dalam diri kalian, dan dalam urusan kalian yang tidak terlihat oleh manusia. Karena sesungguhnya aku diuji dengan kalian dan kalian diuji denganku. Aku tidak tahu apakah kemurkaan itu ditujukan kepada diriku dan bukan kepada kalian atau kemurkaan itu ditujukan kepada kalian dan bukan kepada diriku atau kemurkaan itu berlaku umum kepadaku dan juga kepada kalian. Karenanya, marilah marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar Dia memperbaiki hati-hati kita, merahmati kita, dan mengangkat bencana ini dari kita.”

Terkait hal kedua, Umar juga mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Ia mengirimkan surat ke beberapa Gubernurnya di beberapa daerah seperti Abu Musa di Basrah,  ’Amru bin Ash di Mesir, Mu’awiyah bin Abu Sufyan di Syam dan Sa’ad bin Waqs di Iraq, untuk mengirimkan bantuan kebutuhan pokok ke Madinah. Solidaritas antar daerah ini diberikan masyarakat guna mendukung kehidupan warga Madinah selama ‘Am Ramadha.

Hal ketiga yang diusahakannya adalah dengan menghimbau masyarakat untuk hemat dalam konsumsi. Kalifah Umar melarang warganya di tahun itu untuk menyajikan minyak samin dan daging dalam satu hidangan. Sekalipun Umar yang dulu terbiasa menyantap susu, samin, dan daging dalam keadaan normal dan stabil namun, sejak musim paceklik hanya, menyantap minyak zaitun. Bahkan tak jarang pengganti Khalifah Abu Bakar As-Siddiq justru mengalami kelaparan.

Kebijakan keempat yang diberlakukan oleh Umar adalah penangguhkan zakat peternakan. Muhammad bin Umar menceritakan, Ṭalḥaḥ bin Muhammad meriwayatkan dari Hausyab bin Basyar al-Fazari, dari ayahnya, bahwa dia berkata, “Kami melihat pada tahun ramadha (kerusakan/ paceklik), paceklik menghanguskan ternak kami, sehingga tersisa pada banyak orang, sesuatu (harta) yang tidak ada artinya. Maka Umar pun tidak mengutus para petugas pengumpul zakat pada tahun itu.”

”Tahun setelahnya, dia mengutus para petugas untuk mengambil dua zakat dari pemilik hewan, lalu separuhnya diberikan kepada orang-orang yang miskin di antara mereka dan separuh lainnya dibawa kepada Umar. Lalu tidaklah diperoleh dari semua zakat yang berasal dari Bani Fazarah melainkan enam puluh kambing, lalu yang tiga puluh dibagikan, sedangkan tiga puluh yang lain dibawa kepada Umar. Dan Umar mengutus petugas zakat kemudian memerintahkan para petugas zakat untuk mendatangi manusia yang sekiranya masih ada.”

Dalam situasi COVID-19 saat ini, Umar bin Khattab menekankan tentang pengurangan pajak guna membantu meringankan beban rakyat.

Ibrah dari upaya Umar bin Khattab dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi rakyatnya merupakan tanggungjawab kepemimpinan seorang Khalifah. Umar pun menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Saat ini, kebijakan paket ekonomi oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 ini sangat dinanti oleh masyarakat. Rakyat pun berharap bahwa dikeluarkan oleh pemerintah memberikan manfaat dan kemaslahatan besar bagi masyarakat.

Teladan Umar bin Khattab ini juga mengingatkan akan arti penting peningkatan iman dalam setiap bencana atau musibah yang mendera. Di lain sisi, tingkat imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan ketersedian pasokan makanan bagi masyarakat.

Terakhir, pemerintah harus menjamin rasa aman kepada masyarakat dalam situasi COVID-19 dengan tidak membuat hal-hal yang menimbulkan  kepanikan. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb!

Tags: COVID-19Nurizal IsmailUmar bin Khattab
Share120Tweet75Send
Previous Post

DEMA UNIDA Gontor Putri Adakan Senam Bersama Lawan Corona

Next Post

Petugas Medis: Jumlah Kasus COVID-19 di Irak Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

0
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result