Mekkah, Gontornews — Menjelang fase Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), jamaah haji risiko tinggi (risti) perlu mempersiapkan kondisi fisik sebaik mungkin. Pernyataan ini disampaikan oleh Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, dr Muhammad Gibran Fauzi Harmani Sp JP di KKHI Mekkah, Ahad (12/8).
Gibran menyebutkan beberapa persiapan kesehatan yang perlu dilakukan jamaah risti. Pertama, mengingatkan jamaah Risti untuk rutin mengonsumsi obat yang biasa diminum sewaktu di Tanah Air.
“Apabila memang obat-obatan yang biasa ia konsumsi habis atau tidak terbawa, segera kontak dokter di kloter untuk dimintakan ke KKHI,” tegasnya.
Kedua, jamaah risti diminta untuk membatasi aktivitas fisik. Saat ini menurut Gibran, jamaah haji dari berbagai macam negara sudah memasuki Mekkah. Kondisi Mekkah saat ini pun sudah semakin padat.
Gibran mengingatkan bahwa hal ini perlu menjadi pertimbangan jamaah saat ingin melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Jamaah perlu mengenali batas fisik masing-masing dan tidak memaksakan diri. “Jangan sampai kelelahan. Apabila jamaah mulai merasakan sesak napas/tersengal-sengal, maka agar hentikan aktivitasnya terlebih dahulu dan beristirahat,” pesan Gibran.
Ketiga, jamaah haji harus selalu mempergunakan alat perlindungan diri (APD) pada saat keluar pondokan. “Ingatkan sesama jamaah juga untuk selalu memakai masker,” kata Gibran.
Gibran pun mengungkapkan, saat ini penyakit yang banyak diderita jamaah adalah keluhan jantung. Oleh karena itu, pihak KKHI menghimbau agar jamaah perlu waspada bila diri maupun rekannya mengalami serangan penyakit jantung. Keluhan terbesar pada pasien penyakit jantung dapat terbagi menjadi sesak napas, nyeri dada, ataupun jantung berdebar.
“Jamaah haji dengan risiko tinggi perlu mewaspadainya. Demikian pula para pendamping atau teman sekamar, bila menemukan jamaah dengan kondisi seperti itu, untuk segera melapor ke dokter kloter,” tegas Gibran. [Al Hafidh]




















