Medan, Gontornews — Kementerian Agama meminta para guru untuk mengoptimalkan keberadaan Rohani Islam (Rohis) sebagai sarana pembinaan pemahaman siswa tentang Islam rahmatan lil alamin. Kasubdit PAI pada SMP, Nifasri, menganggap Rohis dapat berperan sebagai penghambat perkembangan radikalisme.
“Sampaikan Islam rahmatan lil alamin dengan metode yang menarik pada Pembinaan Rohis,” jelas Nifasri saat mengisi acara pengembangan pembelajaran PAI pada SMP di Medan sebagaimana dilansir kemenag.go.id, Kamis (11/5).
Nisfari menambahkan, peran Rohis dapat dimaksimalkan dalam upaya memberantas gerakan antipancasila maupun tindakan intoleransi beragama.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan Rohis sebagai program unggulan untuk menyebarkan pesan Islam sebagai rahmat dengan metode yang menarik.
Selain itu, Nisfari mengajak seluruh guru PAI juga harus mampu menginisiasi program PAI Unggulan di Sekolah. Pembelajaran di kelas bukanlah satu-satunya sarana, karenanya penting juga misalnya para guru mengembangkan Laboratorium PAI.
“Yang jelas, metode pembelajaran tidak boleh berhenti pada pembelajaran di kelas,” tegas Nifasri.
Guru PAI bisa menjadikan Laboratorium PAI sebagai program Unggulan jika guru mampu menerapkan metode inquiry based learning dengan baik.
“Arahkan peseta didik untuk melakukan penelitian terkait materi PAI, pasti Laboratorium PAI akan ramai dikunjungi,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]




















