Mogadishu, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengantarkan bantuan pangan untuk puluhan ibu hamil di wilayah Distrik Yaqshiid, Mogadishu, Somalia. Bantuan itu terdiri dari gula, minyak, beras, kacang-kacangan, susu, dan kurma.
Menurut Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response-ACT, hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ibu hamil di Somalia yang memiliki 22 kali lipat risiko kematian saat melahirkan. Kondisi ini disebut sebagai kasus paling tinggi di dunia, estimasi rasio kematian ibu melahirkan di Somalia mencapai 732 kasus per 100.000 kelahiran.
“Konflik internal selama bertahun-tahun dan tidak adanya pemerintahan yang terkendali membuat Somalia dalam kemiskinan ekstrem. Banyak ibu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya,” ungkap Faradiba dilansir dari laman ACTNews, Jum’at (21/8).
Faradiba menjelaskan, indikator kesehatan Somalia terus menjadi yang terburuk di dunia. Sebagian besar dari wilayah tersebut hanya memiliki sedikit akses pelayanan medis dan hampir di seluruh desa terpencil persalinan mengandalkan tenaga tradisional atau “dukun beranak”.
Salah satu kasus, ibu hamil sering terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Hal itu membuat perempuan berisiko menderita penyakit tambahan karena mereka rentan terhadap komplikasi kebidanan, termasuk paparan penyakit, infeksi, dan risiko pendarahan. Masalah ini semakin diperburuk oleh kemiskinan, ketidakstabilan, dan kurangnya pendidikan.
“Menjawab kebutuhan tersebut, ACT mendistribusikan makanan dan edukasi gizi kepada ibu hamil berpenghasilan rendah. Edukasi menjadi salah satu programa utama, sebab latar belakang sosial ekonomi para ibu berbeda. Sebagian mereka pengungsi dan sebagian lagi masyarakat berpenghasilan rendah yang kesehariannya menjadi ibu rumah tangga dan mengatur kehidupan keluarganya,” jelas Faradiba.
“Alhamdulillah, amanah kepedulian masyarakat Indonesia telah disampaikan kepada saudara-saudara kita di Somalia. Untuk terus membantu mereka, sahabat dermawan masih bisa memberikan sedekah terbaik melalui BNI Syariah ke 0096110239 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Faradiba.[]



















