Depok, Gontornews — Sebagai seorang Muslim kita tetap memiliki beberapa kewajiban terhadap orangtua yang sudah tiada. Salah satunya yaitu kita berkewajiban untuk menyambung hubungan kekerabatan yang terputus setelah orangtua meninggal dunia.
Kepada Gontornews.com, Budi Ashari Lc, pria asal Tulungagung, menambahkan, “karena hal tersebut merupakan bentuk bakti anak kepada orang tuanya yang telah tiada.”
Dan tahukah kalian, bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah mengatakan bentuk silaturahim terdahsyat yang mungkin belum atau tidak pernah terjadi di muka bumi ini. Itu adalah silaturahim yang terjadi setelah menaklukan Mesir pada masa Khalifah Umar yakni ketika Amr bin al-Ash membacakan wasiat Rasulullah SAW.
Amr bin al-Ash berkata kepada penduduk Mesir, “Wahai penduduk Mesir, sesungguhnya Nabi SAW kami telah mengabarkan bahwa Allah SWT akan menaklukkan Mesir untuk umat Islam, dan beliau mewasiatkan kami agar berbuat baik kepada kalian,” tegas Amr bin al-Ash.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian menaklukkan Mesir, maka aku wasiatkan agar kalian berbuat baik kepada orang-orang Qibthi ini. Mereka berhak atas perlindungan dan kasih sayang.” HR Muslim no. 2543.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Dzar, Nabi SAW bersabda, “Kalian akan menaklukkan Mesir, bumi yang disebut di dalamnya al-Qirath, jika kalian berhasil menaklukkannya, maka berbuat baiklah kepada penduduknya, sungguh mereka memiliki ikatan silaturahim dan tali pernikahan dengan Islam”.
Maksud dari ‘ikatan silaturahim’ adalah Siti Hajar, ibunda Ismail AS yang berasal dari Mesir. Dimana Rasulullah SAW adalah keturunan dari Nabi Ismail AS. Sedangkan ‘tali pernikahan’ adalah Maria al-Qibtiyah, istri Rasulullah SAW. “Dengan ikatan tali pernikahan tersebut umat Muslim memiliki tanggungjawab atas mereka,” pungkas Budi pria kelahiran 17 April 1975 ini . <Edithya Miranti>




















