Mekkah, Gontornews — Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA selaku Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, pada Sabtu (8/4/2023) berkesempatan hadir dalam acara, “Silaturahmi Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Cabang Mekkah”, di Husainiyah, Mekkah. Kehadiran Pengasuh pada acara tersebut berdasarkan undangan yang dihaturkan PCI IKAMA Mekkah melalui Ustadz Faiz Zamroni, (Wakil Ketua IKAMA Arab Saudi), dan Ustadz Ali Muhsi Kamal (Jubir IKAMA Arab Saudi).
Dilansir al-amien.ac.id bahwa acara silaturahmi ini dikemas dalam dua rentetan acara. Pertama, praacara, yang dimulai dengan Buka Bersama, Shalat Jamaah, dan beberapa penampilan dari Grup Isbat Al-Banjari, Muslimah Mekkah, serta dilanjut dengan Santunan Anak Yatim. Kedua, acara formal, yang dibuka langsung oleh Ketua PCINU Arab Saudi, KH Imron Masyhudi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan pembacaan shalawat dari Firqah Abu Turob. Setelah itu, sambutan-sambutan serta dilanjutkan dengan ceramah agama dari Kiai Ahmad Fauzi Tijani.
Pada kesempatan tersebut, sang kiai menyampaikan akan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam menghadapi problematika kehidupan. Menurutnya, pilar pertama yang penting dalam menjaga istiqamah ialah dengan menjaga akhlak. Peran akhlak menjadi sangat penting, utamanya dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Putra sulung KH Mohammad Tidjani Djauhari MA ini pun berpesan agar umat selalu berhati-hati terutama dalam menggunakan gawai yang notabenenya merupakan pintu terbesar arus globalisasi dengan segala sisi positif lebih-lebih sisi negatifnya.
Selain itu, kiai muda ini pun juga turut menyoroti problem ketenagakerjaan yang semakin bertambah. Utamanya yang berdampak pada masyarakat Madura yang tengah bekerja di Arab Saudi. Ia menyampaikan usulan agar aparatur pemerintah lebih menaruh perhatian lagi terhadap urusan ketenagakerjaan. “Harapannya kepada masyarakat Madura yang tersebar di berbagai penjuru dunia, secara khusus anggota IKAMA Arab Saudi agar ikut membangun kampung halaman yaitu Pulau Madura tercinta,” pungkas Kiai Fauzi. <Edithya Miranti>


















