Jakarta, Gontornews — Prof Dr KH Didin Hafidhuddin dan Dr Adian Husaini telah terpilih menjadi pimpinan pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) tahun 2020-2025. Penentapan dilakukan dalam Rapat Pleno yang diselenggarakan Selasa (22/9) di Kantor Pusat Dewan Dakwah, Jln Kramat Raya 45 Jakarta Pusat.
Dalam keterangan pers yang dikirim ke redaksi Gontornews.com, Didin Hafidhuddin terpilih sebagai Ketua Badan Pembina Dewan Dakwah menggantikan Prof Dr Ir H AM Saefuddin. Sementara Dr Adian Husaini ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah menggantikan Drs Mohammad Siddik MA.
Selain itu, rapat pleno yang dihadiri 11 orang dari 13 orang Pembina yang ada, juga menetapkan pengurus inti Dewan Dakwah. Selain Dr Adian Husaini sebagai Ketum Umum, juga ditetapkan Sekretaris Umum yang diamanahkan kepada Drs Avid Solihin MM, kemudian Bendahara Umum H Mohammad Tsauri Halimi, dan Ketua Pengawas H Bachtiar Bakar.
Pada kesempatan Rapat Pleno ini, Pembina juga membentuk dan mengesahkan Tim Formatur terdiri dari tujuh orang, yang langsung bekerja. Ketujuh orang tersebut, tiga orang dari Pembina, ditambah dengan empat orang dari Pengurus Inti Dewan Dakwah terpilih. Tugas tim formatur yaitu: 1. Menyusun konsep struktur Dewan Dakwah Pusat untuk satu periode kepengurusan ke depan (lima tahun). 2. Melengkapi anggota Pengurus dan Pengawas untuk lima tahun ke depan.
Tim Formatur akan bekerja sampai dengan Senin, 28 September 2020, dan akan melaporkan hasil kerjanya pada rapat Pleno Badan Pembina, pada Selasa, 29 September 2020.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Didin Hafidhuddin menyampikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diamanahkan kepadanya untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
“Memimpin Dewan Dakwah ini sangat berat tetapi merupakan tugas yang sangat mulia, karena meneruskan kepemimpinan Allahuyarham Bapak Mohammad Natsir,” ujarnya dalam sambutannya.
Ia juga mengharapkan dukungan penuh dari para stake holder Dewan Dakwah. Sebagai Ketua Pembina, ia menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan Dewan Dakwah menjadi organisasi dakwah yang kuat, solid dan menjadi teladan.
Selain itu, tiga pilar dakwah (Masjid, Kampus, Pesantren) harus mendapatkan prioritas dalam penguatan program dakwah. Tentu saja ini menjadi tugas para pengurus baru Dewan Dakwah yang saat ini sedang disusun oleh Tim Formatur.
Prof Dr Ir H AM Saefuddin, yang menyerahkan jabatan Ketua Pembina kepada Prof Didin, menyampaikan permohonan maaf kepada para Pembina, Pengurus dan Pengawas Dewan Dakwah beserta seluruh jajarannya.
“Jika selama dua periode kepemimpinan saya ada kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Pimpinan dan kepengurusan yang baru akan lebih baik lagi dan membawa kemajuan untuk Dewan Dakwah,” ujarnya.
Prof AM Saefuddin seharusnya masih menjabat Ketua Badan Pembina Dewan Dawah sampai Februari 2021. Tetapi, demi kemaslahatan dan kemajuan Dewan Dakwah, ia memilih berhenti dan menyerahkan kepemimpinan Dewan Dakwah kepada Prof KH Didin Hafidhuddin.
Sementara itu, dari ruang kerjanya, Ust Muhammad Siddik, yang mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah periode 2015-2020, juga menyampaikan permohonan maafnya.
“Saya mohon dimaafkan oleh semua stake holder, baik jamaah Dewan Dakwah, Pengurus Dewan Dakwah, yang di Pusat maupun daerah atas kekurangan-kekurangan, dan mudah-mudah amal kita semua diterima Allah SWT,” harap Ust Siddik.
Harapan lainnya, “Semoga Pengurus yang baru dapat mengerjakan apa-apa yang belum dikerjakan di kepengurusan saya”.[Devi]



















