Sigi, Gontornews – Pengungsi korban gempa di Sigi, Sulawesi Tengah sampai saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Hal tersebut dilakukan lantaran khawatir datangnya gempa susulan yang masih terus terjadi sampai hari ini, Rabu (10/10).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Gayus Sampe menjelaskan meskipun tempat tinggal warga yang terdampak bencana tidak mengalami kerusakan parah atau sama sekali tidak mengalami kerusakan, namun warga masih takut untuk kembali.
“Warga memilih tinggal sementara di lokasi pengungsian meski hanya berteduh di tenda-tenda dan makan seadanya karena takut gempa datang lagi,” katanya dikutip Antaranews.com.
Menurut Gayus, gempa-gempa susulan kecil sampai saat ini masih terjadi. Setiap kali merasakan getaran, warga yang tinggal di dalam tenda segera berhamburan keluar.
Ia juga menjelaskan, setidaknya ada sekitar 190.180 warga Sigi yang masih bertahan di pengungsian. “Para pengungsi tersebar di 12 dari 16 kecamatan,” jelasnya.
Gayus melanjutkan, ratusan ribu yang menjadi korban gempa masih bertahan di lokasi pengungsian yaitu di Kecamatan Biromaru, Dolo, Marawola, Dolo Selatan, Kulawi, Lindu, Pipikoro, Kulawi Selatan, Konovaro, Gumbasa, Tanambulava, Dolo Barat, Palolo, Kinovaro dan Nokilalaki.
Salah satu pengungsi, Warga Desa Bolapapu di Kecamatan Kulawi, Ny Mety mengatakan dirinya akan kembali ke rumah jika kondisi sudah benar-benar normal. “Saya baru akan kembali pulang jika sudah tidak ada gempa susulan,” kata Mety. [Devi Lusianawati]





















