10
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 17 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Klaim Kedunguan

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
25 February 2019
in Kolom
0
Klaim Kedunguan

Klaim Kedunguan. (Foto: Kompasiana)

Oleh Nurizal Ismail
Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islami STEI Tazkia & Peneliti ISEFID

Anda mungkin tidak mengira atau bahkan menyangka, mengapa istilah dungu sering diperdengarkan hingga diperdebatkan akhir-akhir ini. Entah, apakah itu karena kata ‘dungu’ keluar dari seorang Rocky Gerung (RG) atau memang kata ini adalah kata sindirian yang dialamatkan kepada mereka yang tidak mampu menggunakan akalnya untuk menganalisis fenomena masyarakat? Tentu, hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan ini dalam hati.

Bagi mereka memiliki hati nurani yang jernih dan tidak pernah menggunjing orang lain akan menganggap penyebutan istilah dungu sebagai istilah yang sangat kasar untuk sekedar diucapkan bahkan digunakan dalam pergaulan sehari-hari.

Oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dungu diartikan sebagai sebuah istilah yang mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk berpikir cerdas dan enggan untuk mengakui kebodohannya atau bebal.

BACA JUGA

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Akan tetapi, perdebatan apa dan bagaimana sifat orang dungu sudah dibahas oleh para ulama dan cendekiawan muslim sedari abad 7 H jauh sebelum hingar-bingar penggunaan istilah ‘dungu’ di media sosial masyarakat Indonesia hari ini. Dalam literatur kajian kitab klasik Islam, istilah ‘dungu’ disebut dengan Al-Aḥmaq.

Salah seorang ulama yang fokus dan memberikan penjelasan makna kedunguan adalah Ibnu al-Faraj ibnu al-Jawzī (508-597 H). Dalam karyanya, yang berjudul Akhbāru al-Hamqā’ wa al-mughoffalīn, ia menjelaskan bahwa secara bahasa dungu berarti kondisi dimana seseorang mengalami kerusakan akal dan pikiran.

Lawan dari dungu adalah ilmu. Jika demikian, Ibnu al-Jawzī yang mengutip pendapat Ja’far bin Muhammad membagi 4 tipe manusia, yakni: orang yang berilmu (‘Ālim), orang yang tidur (Nāimun), orang bodoh (Jāhilun) dan orang dungu (Ahmaqūn).

Orang yang berilmu, atau ‘Alim, merujuk kepada orang yang memahami bahwa ia mengetahui sesuatu tentang ilmu pengetahuan. Maka, belajarlah ilmu pengetahuan kepadanya. Sedangkan orang yang sedang tidur, atau nāimun, adalah orang yang tidak tahu bahwa dirinya mengetahui tentang sebuah ilmu pengetahuan. Maka, berhati-hatilah dengannya.

Sedangkan orang bodoh, atau jāhilun, adalah mereka yang tidak tahu kalau ia tidak mengetahui sebuah ilmu pengetahuan, maka ajarkanlah ia. Dan orang dungu atau aḥmaqun adalah mereka yang tidak tahu kalau ia tidak mengetahui tentang ketidaktahuannya, maka jauhilah orang itu.

Pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu al-Jawzī ini juga ditemukan dalam penjelasan Imam Al-Ghazālī (W 505 H), dalam karyanya yang monumental kitab Ihyā ‘Ulūmuddīn. Kedua ulama ini pun bersepakat jika menjauhi orang-orang dungu adalah merupakan sebuah keharusan bukan karena ketidaktahuannya tapi karena kesalahan informasi yang mungkin saja menyebabkan banyak orang tersesat.

Sementara itu, dalam Jāmi’u al-Bayani al-’ilmi wa Faḍlihi, Ibnu ‘Abdul Birri pernah mengisahkan pembicaraan salah seorang khalifah Bani Abbasiyah Umar bin Abdul Aziz dengan para jama’ahnya tentang orang paling dungu di dunia. Ia bertanya, “Beritahukan kepadaku siapakah orang yang paling dungu?” para jama’ah pun ramai-ramai menjawab, ”(mereka adalah) orang-orang yang menjual akhiratnya demi mendapatkan dunianya.”

 Tak berhenti sampai di situ, Khalifah Umar pun kembali bertanya, “Maukah kuberitahu kepada kalian semua siapakah orang yang lebih dungu darinya?” mereka menjawab, ”tentu saja.” Khalifah Umar pun menjelaskan bahwa orang yang lebih dungu dari orang dungu adalah, ”orang yang mengorbankan akhiratnya demi kepentingan dunia orang lain.”

Satu pesan penting lain dilontarkan oleh Khalifah ‘Ali bin Abi Ṭālib kepada putranya Hasan tentang seruan untuk menjauhi orang yang dungu. Bagi mereka yang pernah hidup di lingkungan pesantren tentu sudah sangat familiar dengan salah satu mahfūdẓāt ini. Berikut pesan ‘Ali bin Abi Ṭālib kepada putranya, Hasan:

“Ya Bunayya, ihfaẓ ‘annī arba’an wa arba’an la yaḍurruka mā ‘amilta ma’ahunna, aghna al-ghina al-’aqlu, wa akbaru al-faqri al-ḥūmqu, wa awhashu al-wahshati al-‘ujbu, wa akbaru al-ḥasabi ḥusnu al-khuluqi.”  

Artinya: “Wahai anakku jagalah dariku empat perkara dan empat perkara lain yang tidak akan mencelakakanmu selama engkau berpegang dengannya: (1) kekayaan yang paling kaya adalah akal, kefakiran yang paling besar adalah kedunguan, keliaran terbesar adalah kesombongan, dan nasab terbesar adalah akhlak mulia.”

Pada pesan selanjutnya, ‘Ali bin Abi Ṭālib menambahkan: Iyyāka wa muṣadaqata al-aḥmaqi fainnahu yurīdu an yan’fa’aka fayaḍurruka, yang berarti menghindarlah dari orang yang dungu karena mereka hadir seolah untuk membantu dan memberikan manfaat kepadamu padahal mereka ingin mencelakakanmu.

Dari beberapa catatan di atas, sudah sepatutnya seorang muslim menjauhi sifat dungu hingga menjadikan orang dungu sebagai teman setia. Jika Ali bin Abi Ṭālib menempatkan kedunguan sebagai sebuah kemiskinan terbesar maka Umar bin Abdul Aziz mengaitkan kedunguan dengan sisi akhirat.

Oleh karenanya, mayoritas ulama bersepakat dan menganjurkan seluruh umat Muslim agar mempelajari ilmu pengetahuan agar senantiasa terhindar dari sifat dungu dan kedunguan seseorang. Wallāhu a’lam bi al-ṣawāb.[]

Tags: KebodohanKedunguan
Share113Tweet71Send
Previous Post

Kemenag Mulai Seleksi Petugas Haji

Next Post

Raja Salman: Persatuan Impian Seluruh Negara Muslim

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result