Poso,Gontornews— Korban banjir bandang di Poso lebih dari 900 jiwa. Mereka terpaksa mengungsi di beberapa lokasi, salah satunya di Kantor Camat Lore Barat dan sebagian lainnya ada bertahan di dalam rumah mereka masing-masing.
Pengungsi dari desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Poso merupakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat derasnya banjir bercampur berbagai material. Lumpur tebal dan bebatuan besar serta kayu-kayu masih berserakan di permukiman warga usai banjir surut. Kini warga masih belum berani kembali ke rumahnya akibat masih trauma dan rumahnya hancur.
Mustafa dari Tim Program ACT Sulawesi Tengah mengatakan, mayoritas mereka yang bertahan di pengungsian ialah perempuan dan anak-anak. Kondisi pengungsian kurang baik bagi kehidupan mereka, terlebih anak-anak.
“Utamanya pengungsi sekarang butuh selimut karena ketika malam udara di pengungsian sangat dingin, apalagi kalau hujan. Bantuan pangan juga warga butuhkan saat ini,” jelasnya, Jumat (6/3).
ACT sendiri telah menyiagakan sejumlah relawan serta membuka posko bencana tak jauh dari lokasi terdampak. Langkah ini diambil agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi. Pendistribusian bantuan pangan juga terus dilakukan.
Banjir bandang di Poso terjadi pada Selasa (3/3) lalu. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu banjir. Tak hanya membawa air, banjir juga berisi material lumpur, batu-batu besar serta potongan-potongan kayu yang berasal dari hutan. Hingga kini hujan masih sering terjadi dan warga belum disarankan untuk kembali ke rumah mereka karena dikhawatirkan bencana serupa dapat terjadi kembali.


















