Perkembangan Teknologi digital telah memberi banyak kemajuan bagi kehidupan manusia. Seperti halnya teknologi informasi dan komunikasi digital melalui komputer dan perangkat jaringan (internet) yang perkembangannya semakin meningkat. Komputer dan internet sangat bermanfaat membantu memudahkan berbagai pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Lewat komputer dan perangkat lainnya seperti gadget, segala jenis informasi bisa diakses dan disebarluaskan dengan mudah melalui jaringan internet. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook, Instagram, atau twitter misalnya, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi, tidak hanya di negara-negara maju tetapi juga berlaku di Indonesia. Karena kecepatannya, media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita. Media sosial pun kini menjadi trend sebagai media yang paling banyak digunakan orang untuk mencari informasi dan berinteraksi.
Teknologi tentunya tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Terlebih lagi teknologi digital yang memberikan banyak kemudahan seseorang dalam melakukan banyak hal. Teknologi digital adalah teknologi yang pengoperasiannya tidak lagi banyak membutuhkan tenaga manusia dan lebih cenderung pada sistem pengoperasian yang otomatis dan canggih dengan sistem komputer/format yang dapat dibaca oleh komputer. Jenis-jenis teknologi digital yang saat ini sedang berkembang di dunia bahkan di Indonesia yaitu AI atau yang dikenal dengan artificial intellegent, big data, chat GPT, virtual reality & augmented reality, dan juga cloud computing, yang semuanya dijalankan oleh sebuah mesin dan dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh penggunanya untuk berbagai kepentingan. Misalnya teknologi artificial intellegent (AI) yang sangat membantu industri karena keberadaannya membuat banyak efesiensi, terutama efisiensi dalam penggunaan sumber daya manusia. Dengan AI semua instruksi pekerjaan akan dengan mudah dan cepat dikerjakan oleh mesin tanpa bantuan manusia. AI merupakan teknik memasukkan “otak buatan” atau program ke dalam sebuah komputer, yang selanjutnya komputer akan berpikir dan berinisiatif mengerjakan instruksi yang diberikan. Begitu juga dengan teknologi digial lainnya yang kesemuanya meminimalisasi pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan oleh manusia.
Secara perlahan peran manusia tergantikan oleh mesin. Tentunya hal tersebut berdampak terhadap disfungsi manusia dalam berbagai hal. Ini merupakan dampak negatif dari perkembangan teknologi yang paling memprihatinkan. Teknologi bukanlah semata sebuah solusi yang dapat mengatasi semua permasalahan manusia. Dapak negatif terutama yang dapat melemahkan peran manusia itu sendiri harus dijadikan perhatian penting. Bagaimana dampaknya jika semua tergantikan oleh mesin dengan dalih efisiensi, akan banyak jutaan manusia yang tidak akan mempunyai pekerjaan dan penghasilan, tentunya akan berimbas terhadap kesejahteraan umat manusia. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut hendaklah pemanfaatan teknologi juga harus bijak oleh manusia itu sendiri sebagai penggunanya karena bagaimana pun teknologi tetap dikendalikan oleh manusia.
Seperti halnya pandangan dari Mahatma Gandhi, salah satu tokoh kritis dunia yang juga dikenal sebagai sosok pejuang humanis dari India, Gandhi juga menyoroti perkembangan teknologi dari sudut pandang nilai-nilai kemanusiaan. Menurut Gandhi teknologi kini telah melemahkan kekuatan manusia. Seharusnya teknologi dapat membuat manusia semakin maksimal perannya, bukan sebaliknya. Mahatma Gandhi juga menyampaikan pemikirannya mengenai prinsip-prinsip pemanfaatan teknologi agar keberadaannya tidak melemahkan peran manusia, yaitu teknologi hendaknya tidak menyingkirkan nilai-nilai ‘tradisional’ sebagai dasar hidup, teknologi digunakan untuk menuju hidup yang simpel-seimbang, fisik-mental-spiritual, dalam hidup yang kompleks multidimensi.
Selain itu menurut Gandhi dalam pemanfaatan teknologi hendaknya ada proses take-and give antara teknologi dan nilai-nilai moral dalam kehidupan seseorang, dan juga teknologi dimanfaatkan dengan memperhatikan manfaat dan pengaruhnya sepanjang hayat, tidak hanya dalam waktu tertentu atau kepentingan sesaat. Dan yang terpenting pula menurut pemikiran Gandhi pemanfaatan teknologi hendaklah memperhatikan distribusi keuntungan untuk semua orang, bukan hanya sekelompok orang. Gandhi juga berpendapat, dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi hendaknya manusia menghindari teknologi yang mempunyai karakter seperti yang fungsinya hanya menyenangkan dan menguntungkan pemakainya saja. Selain itu hindari pula teknologi yang membuat manusia tidak beraktivitas bahkan sampai mempengaruhi perilaku psikologis manusia, dan sampai memperkuat atau menuntun manusia ke dalam kegelapan. Dan satu hal lagi hendaklah kita menghindari teknologi yang dapat mengubah citra dan identitas seseorang di tengah masyarakat.
Teknologi bukanlah satu-satunya kekuatan yang dapat mengatasi segala permasalahan manusia. Manusia harus menyadari jika mendewakan teknologi maka teknologi akan dapat melemahkan manusia itu sendiri. Pemikiran Gandhi mengenai pemanfaatan teknologi perlu dijadikan perhatian penting agar manusia dapat memanfaatkan teknologi sebagaimana mestinya dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. []





















