New Delhi, Gontornews — Pemerintah India menyebut bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah di ibu kota India, New Delhi, memburuk pada Senin (28/10). Padahal, sehari sebelumnya, masyarakat India ramai-ramai memeriahkan hari Diwali dengan menyalakan kembang api di halaman rumahnya.
Reuters melansir bahwa indeks kualitas udara di India menyentuh angka 500 atau berada pada level membahayakan. Dewan Pengendalian Polusi India mengatakan bahwa kualitas udara di beberapa wilayah di Delhi seperti bandara internasional masuk kategori membahayakan.
Penduduk Delhi pun dikejutkan dengan kondisi udara yang pucat abu-abu dengan aroma tajam dari kembang api yang terjebak di pagi hari.
Buruknya kualitas udara di Delhi kali ini merupakan yang terburuk dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah sendiri telah memprediksi kecepatan angin serta mengurangi penggunaan kembang api selama perayaan Diwali.
Sebelumnya, Mahkamah Agung India telah memerintahkan warga agar menggunakan kembang maksimal dua jam dan dilakukan di beberapa daerah tertentu saja. Akan tetapi, banyak warga yang merlanggar seruan tersebut.
“Delhi melakukannya lagi! Sekarang, mari menghirup gas beracun dan saling memberi tahu betapa indahnya Diwali kita,” kata Divya Sharma, seorang warga dalam cuitan Twitter
Demi menghadapi masalah ini, Delhi akan membatasi penggunaan kendaraan pribadi di jalan-jalan ibu kota dengan skema “ganjil-genap” berbasis plat nomor kendaraan mulai minggu depan. [Mohamad Deny Irawan]






















