Ramallah, Gontornews — Penasihat Presiden AS dan menantu Donald Trump, Jared Kushner, telah bertemu dengan para pemimpin Palestina dan Israel untuk mencoba memulai kembali perundingan damai yang macet.
Kushner bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis (24/8) sebelum mengadakan pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Harapan menipis karena Gedung Putih belum menjelaskan visi yang jelas untuk perdamaian.
Orang-orang Palestina pada awalnya menyambut baik terpilihnya Trump. Namun kemudian mereka merasa presiden AS itu gagal mempresentasikan peta jalan untuk perdamaian.
Secara khusus, mereka ingin pembangunan permukiman Israel di wilayah-wilayah pendudukan dihentikan. Selain itu, mereka ingin komitmen AS untuk mendirikan negara Palestina merdeka sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Israel.
“Jika tim AS tidak membawa jawaban atas pertanyaan kami saat ini, kami akan melihat pilihan kami karena status quo tidak sesuai untuk kepentingan kami,” kata Ahmad Majdalani, seorang ajudan Abbas, sebelum pemimpin Palestina tersebut bertemu dengan Kushner.
Tidak jelas apakah Kushner menawarkan kejelasan selama tiga jam pertemuannya dengan Abbas.
Namun Nabil Abu Rudeineh, jurubicara Abbas, menyebutkan pertemuan tersebut “positif”,namun tanpa membahas rinciannya.
Ia mengatakan, pemimpin Palestina tersebut telah mengulangi keinginannya agar AS berkomitmen terhadap sebuah negara Palestina.
“Kami sangat menghargai usaha Presiden AS Donald Trump yang berjanji sejak awal bahwa dia akan bekerja untuk kesepakatan akhir,” kata Abbas menjelang pertemuan itu.
“Kami tahu hal-hal yang sulit dan rumit, tapi tidak ada yang mustahil dengan niat baik.”
Kushner menyampaikan harapan dan optimisme Trump untuk “masa depan yang lebih baik” bagi Palestina dan Israel. [Rusdiono Mukri]




















