Doha, Gontornews — Qatar bersedia mengadakan dialog dengan negara-negara Teluk yang memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tersebut. Qatar pun siap mendengarkan ‘keprihatinan’ mereka. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al -Khalid al-Sabah, Ahad (11/6).
Kuwait telah mengambil upaya mediasi untuk meredakan krisis yang meningkat setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, bersama dengan Mesir dan sekelompok negara yang lebih kecil, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada hari Senin, dan menuduhnya mendukung “terorisme”.
Tiga negara Teluk juga memberlakukan blokade darat, laut dan udara, dan memerintahkan semua warga Qatar keluar dalam waktu 14 hari, dan memanggil warganya sendiri untuk pulang kembali ke negaranya.
“Kuwait menegaskan kesiapan Qatar untuk memahami realitas keraguan dan kekhawatiran saudara-saudara mereka [Arab Saudi, UEA, dan Bahrain] untuk mengindahkan upaya mulia demi meningkatkan keamanan dan stabilitas,” tulis kantor berita Kuwait KUNA mengutip Menteri Luar Negeri Sheikh Sabah al -Khalid al-Sabah, Ahad (11/6).
“Kuwait menekankan penyelesaian ketidaksepakatan ini dalam kerangka Teluk,” tambahnya.
Menteri Luar Negeri Kuwait juga menekankan bahwa negaranya “akan terus melakukan mediasi dengan tujuan memperbaiki kedaulatan negara dan untuk mengatasi akar penyebab perbedaan”. [Rusdiono Mukri]




















