Jombang, Gontornews — Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZIZNU), Kabupaten Jombang, Sabtu (1/4) menggelar Workshop Accounting dan Fundraising LAZIZNU se-Jawa Timur. Acara tersebut sebagai bentuk upaya memaksimalkan khidmat kepada masyarakat.
Ketua LAZIZNU Kabupaten Jombang, Didin Sholahudin, menegaskan, “Putaran dana yang dikelola LAZIZNU selama ini penting untuk terus dimaksimalkan dengan kekuatan sumberdaya manusia (SDM) yang dimiliki.”
Kegiatan workshop seperti ini, contohnya, juga penting dilakukan sebagai sarana pendukung pembentukan SDM yang berkualitas. Apalagi dengan didukung oleh dana yang sudah terkumpul sekarang.
Pada tahun 2016, LAZIZNU secara keseluruhan baru dapat mengumpulkan dana Rp 59 miliar. Masih kalah jauh dari Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZIZMU) yang sanggup mengumpulkan uang sebanyak Rp 142 miliar di tahun yang sama.
Jika dapat dikelola dengan baik, tentu angka nominal sedekah LAZIZNU dapat lebih besar dari sekarang.
“Tentunya, kemadirian nahdliyin akan semakin mudah tercapai ketika dana milyaran itu diperoleh setiap bulan dan diberdayakan untuk kepentingan semua warga NU,” tandasnya.
Acara yang dipusatkan di gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rausyon Fikr, Pulo Lor, Jombang, ini dihadiri sekitar 30 LAZISNU se-Jawa Timur.
Dalam kegiatan sosial tersebut, Didin kembali memaparkan, “Sekarang LAZISNU sudah masuk 16 lembaga-lembaga resmi yang menyalurkan zakat. Seharusnya, minimal mendapat Rp 50 miliar per tahun,” pungkasnya. [Edithya Miranti]


















