Kabul, Gontornews — Pangkalan udara utama AS di utara Kabul, Afghanistan, menjadi sasaran serangan roket pada hari Sabtu (19/12). Tidak ada korban atau kerusakan akibat serangan itu, kata pejabat NATO dan Afghanistan sebagaimana dikutip Arabnews.com.
Lima roket ditembakkan ke Lapangan Udara Bagram di Provinsi Parwan pada pukul 6:00 pagi, kata Waheeda Shahkar, jurubicara gubernur provinsi itu.
Dia mengatakan, 12 roket dipasang di kendaraan dan lima di antaranya ditembakkan ke pangkalan, sementara polisi menjinakkan tujuh lainnya.
Seorang pejabat NATO juga mengonfirmasi serangan roket itu.
“Roket ditembakkan ke arah Lapangan Udara Bagram pagi ini. Pelaporan awal tidak ada korban jiwa dan lapangan terbang tidak rusak,” kata pejabat itu.
Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan Taliban membantah terlibat.
Kelompok jihadis Daesh (ISIS) sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan roket serupa di pangkalan itu pada bulan April.
Dalam beberapa bulan terakhir, ISIS telah mengklaim beberapa serangan di Kabul, termasuk dua serangan roket yang menghantam beberapa daerah permukiman di ibukota, menyebabkan korban jiwa.
Kelompok itu juga mengklaim serangan brutal di dua pusat pendidikan terpisah di Kabul yang menewaskan puluhan orang, kebanyakan pelajar, tewas.
Serangan roket hari Sabtu yang menargetkan lapangan udara terjadi sehari setelah 15 anak tewas ketika sebuah sepeda motor bermuatan bahan peledak meledak di dekat sebuah pertemuan keagamaan di Provinsi Ghazni.
Pejabat Afghanistan menyalahkan Taliban atas ledakan itu.
Kekerasan meningkat di Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir meskipun pemerintah dan Taliban meluncurkan pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang melanda negara itu.
Taliban telah melakukan serangan hampir setiap hari yang menargetkan pasukan Afghanistan yang menyebabkan ratusan personel keamanan tewas atau terluka.
Awal pekan ini di Qatar, Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengadakan pertemuan langka dengan perwakilan Taliban, menyerukan mereka untuk mengurangi kekerasan di Afghanistan. []





















