Tokyo, Gontornews – Pemerintah Jepang melalui Menteri Perdagangan dan Industri, Hiroshige Seko, memastikan bahwa proses pengaliran listrik ke Hokkaido membutuhkan waktu satu pekan ke depan.
Sebelumnya, Hokkaido diguncang gempa dahsyat berkekuatan 6,7 Skala Richter yang mengakibatkan tanah longsor, bangunan roboh, 2 warga tewas dan 30 lainnya hilang, Kamis (6/9) dini hari.
Pemerintah sendiri berusaha mengembalikan sebagian listrik ke beberapa wilayah jika perusahaan pembangkit listrik tenaga batubara di Sunagawa, Hokkaido Electric Power Co, kembali beraktivitas.
Seko, sebagaimana dilansir Reuters, menyebut bahwa Hokkaido Electric berhasil memasok kebutuhan listrik di wilayah Hokkaido.
Meski demikian, akibat gempa tersebut setidaknya beberapa turbin pembangkit dikabarkan rusak dan membutuhkan waktu perbaikan setidaknya satu pekan ke depan.
Selain tenaga batubara, Hokkaido Electric juga mengelola pembangkit listri tenaga air yang berhasil memasok sekitar 300 megawatt dan tenaga surya Sunagawa sebesar 250 megawatt.
Tidak hanya itu, pembangkit tenaga listrik di Naie juga akan memasok 350-700 megawatt dan Shiriuchi dikabarkan akan memasok listrik sebesar 700 megawatt pada Jumat mendatang.
Masalahnya, kebutuhan listrik di Hokkaido mencapai 3,8 GW sehingga proses pemenuhannya sangat tergantung dengan waktu perbaikan turbin yang membutuhkan waktu sepekan.
Hokkaido Electric mengakui bahwa sejak berdiri tahun 1951, baru pertama kalinya mereka merasakan kehilangan ‘kuasa’ listrik di seluruh wilayah di Hokkaido. [Mohamad Deny Irawan]





















