Bogor, Gontornews — Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor peserta KKN Desa Gunung Bunder II Kecamatan Pamijahan melaksanakan program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pernikahan Dini” pada Sabtu, 2 September 2023. Kegiatan ini diawali dengan Seminar “Antara Cinta dan Realita” yang dihadiri oleh masyarakat Kampung Silih Desa Gunung Bunder II dengan narasumber Dr Titien Yusnita, Msi, dosen dan Rektor IAI Sahid Bogor. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para ibu, terkait larangan atau himbauan agar tidak menikahkan anak-anaknya di usia dini.
Seminar yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu direspons baik oleh masyarakat. Mereka sangat antusias dan bersemangat mengajukan pertanyaan mengenai dampak dari pernikahan dini. Narasumber menjelaskan, pernikahan dini dapat berisiko kecacatan atau penyakit pada calon bayi yang dilahirkan, serta hubungan rumah tangga yang kurang baik antara suami istri. Karena itu Titien meminta para orangtua tidak menikahkan anaknya di bawah usia 19 tahun.
Di sisi lain, orangtua perlu mengawasi anak, memberikan pendidikan yang baik untuk anak, menjaga anak agar tidak terpengaruh oleh pergaulan bebas, serta menjauhi segala kebiasaan buruk yang dapat merusak masa depan anak.
Dalam seminar ini juga dijelaskan cara menjalin komunikasi keluarga yang harmonis, serta bahaya pergaulan zaman sekarang.
“Para orangtua harus menanamkan semboyan ‘Jangan menikahkan anak di usia dini’ karena saat ini UU sudah menetapkan usia ideal untuk menikah minimal 19 tahun,” papar Titien.
Ia menekankan kepada masyarakat Kampung Silih agar lebih mementingkan pendidikan anak agar anak memiliki masa depan yang lebih cerah serta dapat membanggakan kedua orangtuanya. []





















