Jakarta, Gontornews — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan pendapatnya mengenai santri dan pesantren. Menurutnya, santri dan pesantren hari ini sudah mengalami transformasi yang luar biasa. Jika santri dulu dianggap udik dan kampungan, maka kaum santri hari ini telah mengalami mobilitas vertikal yang luar biasa.
“Kalau dulu sering diejek sebagai kaum udik dan kampungan dan hanya bisa bekerja di kantor Kementerian Agama, dalam arti sempit, sekarang kaum santri sudah mengalami mobilitas sosial vertikal yang luar biasa,” kata Mahfud MD saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022.
Mahfud mencontohkan sejumlah alumni pesantren yang berkiprah di berbagai bidang termasuk menjadi Presiden hingga Wakil Presiden. Belum lagi, kiprah kaum santri sebagai saudagar, pejabat, akademisi hingga pemimpin organisasi masyarakat. Tidak hanya itu, kaum santri hari ini bisa menjadi gubernur, bupati, wali kota, sastrawan hingga seniman yang sangat berpengaruh.
“Sekarang, sudah banyak (santri) yang masuk ke berbagai pejabat penting di perguruan tinggi, di instansi pemerintah. Bukan hanya bekerja dalam hal-hal urusan agama dalam arti sempit, tapi sudah masuk ke seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambung Mahfud sebagaimana dilansir Kompas.
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 tersebut menyebut kiprah santri hari ini sekaligus menganulir anggapan Islamofobia yang dilakukan oleh negara. Kini, institusi kepolisian tidak hanya membangun masjid tetapi juga menjadi tempat pengajian. Institusi kepolisian bahkan mengizinkan polisi wanita untuk menggunakan seragam muslimah pada saat berdinas di lapangan.
“Kantor-kantor pemerintah bukan hanya dibangun masjid, tetapi juga dibentuk majelis-majelis taklim, kelompok-kelompok pengajian di kalangan pegawai,” jelas Mahfud.
“Tidak ada juga rasa malu untuk mengaku Muslim. Kalau dulu, rasanya kalau Muslim itu malu-malu, dianggap kampungan, sekarang tidak, karena juga tidak ada Islamofobia dan kaum Muslimin dari kalangan santri tidak kalah prestasinya dengan orang-orang yang bukan santri,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]




















